alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader

Fokus Garap Segitiga Emas Wisata

27 April 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

Menyelesaikan tugas dengan baik, cepat, tepat, akurat, dan aman menjadi prinsip Amat Susilo. Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto ini pun serius dan fokus menjadikan Bumi Mapajahit kaya akan pilihan wisata.

APALAGI dengan potensi yang ada saat ini, tiga kawasan sudah diibaratkan sebagai segitiga emas wisata. Jika Kecamatan Pacet dan Trawas terkenal dengan pesona alamnya, indah dan sejuk. Maka, lanjut Amat, Kecamatan Trowulan menjadi kawasan kaya akan cagar budaya nasional.

Berbagai situs peninggalan kerajaan menjadikan Trowulan tersohor hingga mancanegara. Optimalisasi segitiga emas wisata ini tak lain untuk mendongkrak perekonomian di tengah masyarakat. ’’Termasuk PAD (pendapatan asli daerah) di sektor wisata, juga terus kita genjot,’’ tutur sarjana manajemen pembangunan negara ini.

Baca juga: Serabi Rasa Daun Kelor, Warna dan Rasa Lebih Alami

Meski baru 1 tahun 2 bulan menduduki kepala disparpora, berbagai terobosan sudah ditelurkan dalam memaksimalkan potensi wisata di Kabupaten Mojokerto. Baik menggandeng komunitas maupun pihak lain dalam pemanfaatan kawasan wisata.

Terlebih, masuknya destinasi wisata sejarah di Trowulan sebagai proyek strategis nasional menjadikan segitiga emas wisata kian sempurna. Bagaimana tidak, dengan ploting anggaran Rp 50 miliar dari pemerintah pusat, disparpora bakal membangun ikon baru berupa Taman Majapahit.

Di mana di dalamnya dilengkapi banyak replika yang menggambarkan suasana kerajaan. Mulai replika sejumlah candi, kapal Majapahit, patung Gajah Mada, hingga istana raja. Dengan konsep ini, menurut Amat, wisatawan nanti akan disuguhkan penampakan kerajaan tempo dulu yang pernah berjaya di Mojokerto.

’’Taman Majapahit ini bakal menjadi ikon baru, sekaligus upaya melestarikan peninggalan sejarah,’’ kata warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar ini.

Dengan begitu, masyarakat diajak tetap melestarikan budaya sekaligus peninggalan leluhurnya. Tujuannya, melindungai kawasan bersejarah dan menjadi media promosi objek wisata sejarah yang tersebar di 18 kecamatan.

Pengembangan wisata pendakian dan desa wisata juga menjadi prioritas. Pengembangan desa wisata ini tak lain untuk mendongkrak perekonomian desa. Ditargetkan ada pilot project yang tersebar di 18 kecamatan. Dari situ berbagai upaya terus dilakukan dalam optimaliasi wisata.

Selain promosi, melakukan perencanaan pengembangaan kemampuan SDM di lingkungan kerjanya juga diterapkan. ’’Jadi, kami bercita-cita, tiap desa juga ada yang diunggulkan. Potensi wisatanya disesuaikan dengan desa masing-masing,’’ paparnya.

Sebagai implementasinya, dia bakal memperkuat kolaborasi dengan bersinergi program dengan sejumlah desa yang tersebar di wilayah kerjanya. Sehingga, diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Utamanya, di tengah pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi juga dimulai dari tingkat bawah. ’’Dari sini, akan bermunculan desa mandiri dengan PAD wisata,’’ ujarnya. (ori)

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya