alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Ramadan di Tengah Pandemi

Butuh Suntikan Nutrisi Seimbang

24 April 2021, 10: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

Olahraga ringan sangat dianjurkan untuk menjaga stamina selama ramadan di tengah pandemi. (MODEL: NOVITA) (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

Di tengah masa pandemi dan bulan Ramadan ini, imunitas dan kebugaran tubuh dituntut tetap prima. Meski begitu, ibadah puasa ternyata tak memengaruhi imunitas tubuh kita. Tak ayal, asupan nutrisi seimbang wajib dikonsumsi demi menjaga kesehatan.

DOKTER umum RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Vellyana Lie mengatakan, puasa tak akan menurunkan daya imunitas tubuh. Hanya saja, kita dituntut untuk menjaga asupan nutrisi seimbang. ”Puasa itu disebut sebagai diurnal intermittent fasting, karena kita tidak berpuasa dalam 24 jam nonstop. Jadi dilihat dari beberapa penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara puasa dan sistem imunitas,” ujarnya.

Untuk diketahui, diurnal intermittent fasting merupakan pola diet berulang dengan waktu makan kurang dari 10 jam. Lantaran selebihnya kita berpuasa.

Baca juga: Ketua LSM Tertangkap Konsumsi Sabu

Meski begitu, kita tetap dituntut menjaga stamina agar tetap prima selama beraktivitas selama berpuasa. Yakni, dengan mengonsumsi makanan bernutrisi saat sahur dan berbuka. Salah satunya dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks. ”Karbohidrat kompleks membantu kita melepaskan energi secara perlahan selama jam puasa. Paling tidak komposisinya setengah (50 persen) karbohidrat kompleks, 30 persen protein, dan 10 persen lemak baik,” beber Vellyana.

Dia menjelaskan, asupan karbohidrat kompleks bisa diperoleh dengan mengonsumsi nasi layaknya nasi merah. Bahkan, dengan mengonsumsi oatmeal, almond, telur, ikan, daging, apel, maupaun sayuran seperti brokoli dan wortel. ”Tapi, sebisa mungkin kita hindari mengonsumsi makanan berminyak, tinggi gula, soda, dan berkafein,” tuturnya.

Dia menambahkan, kita bisa mengonsumsi multivitamin guna menjaga stamina dan daya tahan tubuh. ”Jika perlu boleh ditambahkan konsumsi multivitamin. Lebih baik yang mengandung zinc, vitamin D, dan vitamin C yang aman bagi lambung,” papar Vellyana. Tak hanya itu, selama berpuasan kita dianjurkan untuk mengonsumsi air mineral minimal 2 liter dalam sehari guna menghindari dehidrasi. Pasalnya, selama berpuasa, tubuh semakin rentan akan dehidrasi.

”Jangan lupa juga konsumsi air minum yang cukup selama berpuasa untuk menghindari dehidrasi. Contohnya, dengan satu gelas sebelum sahur, satu gelas sesudah sahur, satu gelas sebelum (makan) berbuka, satu gelas sesudah berbuka, dan malam hari sebelum tidur satu gelas,” sebutnya. Bukan hanya dalam hal konsumsi, pihaknya juga mengimbau agar mengimbangi dengan olahraga. Pasalnya, dengan berolahraga dinilai dapat meingkatkan metabolisme tubuh. Namun, pihaknya menganjurkan agar tidak melakukan olahraga berat. ”Olahraga yang aman selama puasa itu sebaiknya dilakukan satu sampai dua jam sebelum atau sesudah berbuka. Jenis olahraga yang bisa dilakukan itu yoga, jalan kaki, jogging, tai chi, bersepeda, dan pilates. Jadi bukan olahraga berat ya,” tukasnya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya