alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Koper Misterius Itu Milik Seorang Pelajar

08 April 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

MILIK PELAJAR : Faris, 24, pemilik koper yang dicurigai berisi bom tengah diperiksa petugas di Mapolres Mojokerto, Rabu (7/4). (vad/radarmojokerto.jawapos.com)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Pungging sempat dihebohkan koper misterius yang diduga berisi bom Selasa (6/4) petang. Ternyata, koper tersebut berisi pakaian dan parfum. Koper itu adalah milik Faris, 24, pelajar asal Banyuwangi yang sedang melancong ke Kabupaten Mojokerto.

Ia mengaku tak sengaja meninggalkan koper tersebut karena hendak berkunjung ke rumah teman dan gurunya di Kabupaten Mojokerto. Merasa tak enak dengan barang bawaan yang seabrek, dia memutuskan untuk menitipkan koper tersebut pada pemilik warung tempatnya membeli minuman. ”Saya beli minuman, saya izin ke pemiliknya dan membolehkan. Terus saya pamit dan tinggal pergi. Itu sekitar pukul 13.00, saya bilang ke pemilik warung nanti sekitar magrib saya ambil kopernya. Dan katanya gak apa-apa,” ujarnya.

Namun, saat kembali hendak mengambil kopernya, dia tak menyangka jalanan sudah ditutup dan diamankan kepolisian. ”Sebenarnya saya bisa lari dan tidak mengakui itu koper milik saya. Tapi karena merasa tidak enak sudah membuat kegaduhan di masyarakat, saya tetap ke lokasi,” sebutnya.

Baca juga: Etnis Tionghoa Mojokerto di Masa Peralihan Kekuasaan

Dia mengaku sempat dicegat petugas dan ditanyai apa kepentingannya. Dia pun mengaku sebagai pemilik koper mencurigakan tersebut.

Sehingga, dia turut diamankan petugas ke Mapolres untuk dimintai keterangan. ”Saya menyesal atas perbuatan saya dan meminta maaf kepada masyarakat mojokerto karena meresahkan warga. Dengan begini saya bisa belajar dan memberikan pelajaran pada masyarakat juga agar lebih waspada,” ucap Faris.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, koper yang sempat menghebohkan warga tersebut sudah diketahui pemiliknya.

Andaru menerangkan, setelah ditelusuri, Faris melancong ke Mojokerto untuk menemui teman-teman dan gurunya. Faris menitipkan barang bawaannya itu pada pemilik toko agar mempermudah aktivitasnya untuk berkunjung ke rumah temannya. Karena itu, petugas mengizinkan Faris untuk pulang lantaran tidak ada unsur kesengajaan membuat gaduh dan membahayakan masyarakat. ”Ini murni ketidak sengajaan untuk melakukan kejahatan maupun membuat kehebohan itu. Kami rasa ini murni ketidak sengajaan dan ketidak tahuan dari saudara Faris dan yang bersangkutan sudah menyadari itu dan menyesal serta meminta maaf,” tegasnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak sembarangkan menitipkan barang sehingga menimbulkan prasangka buruk. ”Bagi masyarakat maupun pemilik usaha penitipan barang, sebaiknya membuka dulu apa isi barang itu. Sebaiknya tidak lagi ada pikiran negatif dan keraguan yang akhirnya menimbulkan kepanikan pada masyarakat,” tandasnya. (vad) 

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP