alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Warna Cabai Luntur saat Dimasak

08 April 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

ILUSTRASI: Mahalnya cabai membuat kasus pemalsuan warna kerap ditemukan di sejumlah daerah. (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Baru-baru ini warga dikejutkan dengan beredarnya unggahan foto di media sosial (medos) yang menjelaskan warna cabai luntur saat dimasak. Sang pengunggah yang disebut-sebut asal Mojoanyar itu turut mengingatkan masyarakat akan cabai dengan warna aneh. Tidak alami dan diduga membahayakan.

Namun, untuk memastikan apakah cabai tersebut mengandung cat warna atau tidak, kemarin Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto lantas menelusuri unggahan tersebut. ’’Segera akan kita telusuri,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Sebagai langkah awal polisi bakal melakukan pencarian pemilik akun yang kali pertama mengunggah warna cabai saat dimasak. Hal ini sekaligus untuk memastikan benar tidaknya informasi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca juga: Gelar Home Visit Dengan Protokol Kesehatan

’’Satgas pangan akan cek soal itu. Kita turun ke lapangan, kita cek sama-sama pemerintah, kalau benar ada (dugaan pemalsuan cabai) pelakunya kita amankan,’’ tandasnya.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah mengaku pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto. Melibatkan kepolisian, mereka akan melakukan penelusuran sekaligus penyelidikan. ’’Yang pasti, kita cari dulu profil pengunggahnya. Baru dari situ kita bisa kembangkan,’’ katanya.

Atas dugaan warna cabai luntur saat dimasak ini, kemarin disperindag sudah mengantongi informasi. Petugas diturunkan untuk mengungkap identitas pemilik akun. Disperindag juga sudah mendapati nomor pemilik akun sebagai modal awal penelusuran ke lapangan. Iwan menegaskan, dugaan peredaran warna cabai luntur ini tentu menjadi atensi disperindag.

Sebab, jika benar terjadi, hal tersebut jelas menyalahi peraturan dan merugikan konsumen. Apalagi, kasus ini juga sempat terjadi di bebarapa daerah. Seperti di Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu. ’’Nomor pemilik akun sudah kita kantongi. Tentu, ini menjadi awal kita melangkah, semoga, ini nanti juga bisa menjadikan titik terang dalam pengungkapan (cabai dicat). Doa kan saja, yang jelas akan kita tindaklanjuti bersama satgas pangan,’’ jelasnya.

Dugaan adanya cabai rawit dicat ini sempat viral di grup media sosial Facebook. Itu setelah salah satu akun Muhammadbaihaki mengunggah alat pengggorengan di dalam wajan tampak cairan warna oranye yang diduga warna cabai yang luntur saat digoreng. Dalam keterangan foto (caption), pemilik akun menjelaskan sempat tidak percaya atas beredarnya cabai dicat yang terjadi di beberapa daerah sebelumnya. ”Tak kira hoax ternyata asli bos lombo ijo dicat oranye, digoreng minyak e dadi ngunu,” tulisnya. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP