alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Petugas Lapas Temukan Sajam Berupa Sendok

07 April 2021, 11: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

ANTISIPASI: Petugas gabungan memeriksa barang-barang terlarang yang disita dari kamar napi Lapas Kelas II-B Mojokerto, Selasa (6/4). (adi/jawapos.radarmojokerto.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tak ingin insiden penyelundupan sabu-sabu terulang, puluhan sipir dan narapidana (napi) Lapas Kelas II-B Mojokerto dites urine, Selasa siang (6/4). Tak hanya itu, petugas gabungan juga menyita senjata tajam (sajam) dan alat komunikasi yang ditemukan dalam penggeledahan sel.

Kepala Lapas Kelas II-B Mojokerto Dedy Cahyadi mengatakan, kegiatan yang melibatkan Satnarkoba Polres Mojokerto Kota bersama BNNK Mojokerto meliputi tes urine serta penggeledaan kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sedikitnya, 39 petugas lapas serta 55 napi sampling dari total 869 WBP dites urine. ’’Alhamdulillah negatif semua,’’ katanya kemarin.

Disebutkannya, pemeriksaan kandungan urine ini menyusul terpergoknya upaya penyelundupan sabu-sabu beberapa waktu lalu. Selain memaksimalkan prosedur pengecekan barang-barang yang masuk melalui ketelitian petugas serta kamera pengintai, pihaknya perlu memastikan warga lingkungan lapas terbebas dari penggunaan narkotika. ’’Deteksi dini kita laksanakan. Ini membuktikan keseriusan kita bersama-sama stakeholder eksternal membuat lapas ini steril dari narkoba,’’ ujar Dedy.

Baca juga: Tolak Aktivitas Galian C, Warga Istighotsah 40 Hari

Pemberantasan peredaran gelap narkotika juga dilakukan dengan menggeledah kamar sel. Pemeriksaan sudut-sudut ruangan ini menyasar keberadaan benda-benda terlarang yang kerap disimpan napi. Meliputi sajam maupun alat komunikasi. ’’Ada pisau rakitan ada handphone yang kita temukan sudah agak rusak karena sudah lama sekali disembunyikan. Rata-rata barang-barang tidak beraturan yang disimpan di pojok-pojok lorong,’’ paparnya.

Dari 12 kamar yang digeledah, petugas menemukan beragam jenis barang yang sebetulnya tidak boleh disimpan. Meliputi, empat buah pisau rakitan dari sendok, paku, dan kawat yang ditajamkan. Dua buah rangka handphone zadul. Serta sejumlah gunting rambut, gunting kuku, korek api, sendok, alat cukur, ikat pinggang, hingga kartu remi.

Pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait kepemilikan barang-barang terlarang yang disita. Pasalnya, rata-rata sel tersebut dihuni 17 hingga 70 napi bergantung ukuran ruangannya. Hal ini diakuinya sebagai upaya menjaga kondusivitas serta keamanan warga lapas. ’’Kalau seperti gunting itu sebenarnya dari kegiatan kerja. Mungkin keselip terbawa. Kategorinya wajar dan tidak tertlalu berbahaya. Tapi berpotensi untuk gangguan keamanan,’’jelasnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP