alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader

Tak Ada Rotan, Akar pun Jadi

06 Maret 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

BAHAYA MENDUDA: Seorang duda asal Mojoanyar menyetubuhi seekor kambing milik tetanggannya. Seks menyimpang ini mendapat perhatian dari Pemkab Mojokerto. (ilustrasi:Dhoan)

MALAM ITU, sekitar pukul 10 malam, libido Sudrun (samara) mendadak memuncak. Ia pun tak mampu lagi menahannya. Dan, yang membuat ia lebih pusing, tak ada lagi belahan jiwanya. Di ranjangnya, ia tidur sendiri setelah istrinya meninggalkan rumah sejak beberapa bulan lalu. Sudrun seorang duda yang hidup sebatang kara.

Di tengah kebingungannya itu, ia pun mondar-mandir di dalam rumahnya, di kawasan Mojoanyar. Ia tengah berpikir dan mencari cara agar mampu menyalurkan libido yang telah tertahan cukup lama.

Di tengah kekalutan itu, ia mengingat tetangganya. Bukan sosok tetangga yang berparas cantik dan bertubuh molek. Melainkan, seekor kambing perempuan peliharaan tetangganya. Bagi Sudrun, tak ada rotan akar pun jadi. Tak ada perempuan, kambing pun tak apa.

Baca juga: Jatim Antisipasi Dini Ancaman B117

Tak berpikir panjang, Sudrun mengendap-endap hingga berhasil menerobos ke kandang kambing itu. Secepat kilat, Sudrun menindihnya.

Sayangnya, pria berumur 27 tahun ini, tak mampu melakukan aksi bejatnya dengan sempurna. Kambing itu pun mengembik dengan keras hingga pemiliknya mencurigai ada ketidakberesan di dalam kandang kambing di belakang rumahnya tersebut. Benar saja. Kecurigaan itu terbukti. Sudrun tengah asyik menyetubuhi kambing miliknya. Tak lama kemudian, Sudrun ditangkap.

Aksi pelampiasan Sudrun ini membuat pemilik kambing jengkel. Ia pun melaporkan kasus ini ke DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto. Dengan harapan, kasus ini ditangani serius hingga mambuat pelaku jera. ’’Tapi, untuk laporan, korban harus datang sendiri dan mengisi formulir pengaduan,” cerita kepala DP2KBP2 Yudha Hadi.

Yudha menilai, kasus ini benar-benar langka. Karena, korban bukan manusia melainkan binatang. ’’Tidak bisa diproses. Jadi, harus ditangani dengan cara berbeda,” ujarnya.

Meski tak bisa diproses hukum, tetapi Yudha mengaku tetap melangkah. Yakni, melakukan rehabilitasi psikologi. Pelaku harus dilakukan pengobatan untuk membenahi orientasi seksualnya. ’’Jika tidak ada langkah, dan dibiarkan saja, pelaku bisa menyasar anak-anak, atau hewan lain. Makanya, kita tetap turun dan melakukan pendampingan agar tidak ada kelainan seks,’’ tandasnya.

Sudrun bukan cermin kasus unik pertama di Mojokerto yang mengalami orientasi seks menyimpang. Di Sooko, juga muncul kasus serupa. Namun, sasarannya bukan kambing. Melainkan seekor bebek.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP