alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Febriana Meldyawati

Pendidikan sang Ayah Berujung Amanah

16 Februari 2021, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Febriana Meldyawati, anggota DPRD Kota Mojokerto.

Febriana Meldyawati, anggota DPRD Kota Mojokerto. (Dok DPRD for Radar Mojokerto)

Perempuan kelahiran 12 Februari 1987 ini mungkin sudah ditakdirkan lahir dari keluarga yang aktif di dunia politik. Partai yang dinaunginya juga partai yang telah lama digeluti orang tuanya, PDI Perjuangan. 

KETERWAKILANNYA bersama PDIP seperti tak bisa dipisahkan.Dorongan dari teman dan kerabat, didukung keluarga, hingga akhirnya cita-cita Febriana Meldyawati untuk menjadi lawyer di perusahaan ditinggalkan untuk sementara waktu. Dia memilih konsen menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Mojokerto.

’’Awalnya saya ingin jadi lawyer karena basic saya adalah sarjana hukum.Ternyata, sekarang menjadi politisi dan menjadi anggota dewan,’’ ujar putri politisi senior, Gatot Supriyadi ini. Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Mojokerto ini sudah sangat akrab dengan partai banteng tersebut.

Baca juga: Kualitas Tak Kalah dengan Produk Branded

Lingkungan keluarga di mana dia berasal memberi andil di dunia politik menjadikan PDIP sebagai perahu politiknya. Hingga Melda kini berhasil mendapat amanah dan kepercayaan masyarakat selama dua periode.

Ini menunjukkan komitmenya sangat tinggi terhadap partai. Dia juga mengawali karir politik dari pengurus ranting hingga ketua DPC PDIP Kota Mojokerto. Bahkan, pernah menjabat ketua DPRD Kota Mojokerto di periode sebelumnya. ’’Sejak lulus SMA sudah menjadi simpatisan dan pengurus Ranting PDIP,’’ ujar kata alumni SMPN 4 Kota Mojokerto.

Melda adalah sosok yang dekat dengan keluarga. Mudahberteman, ceria, visioner, dan memiliki jiwa kepedulian yang tinggi. Namun, bukan berarti ibu dari dua orang  orang anak ini tidak pernah menghalami hambatan bersama PDIP.

Justru dia semakin matang pengalaman politiknya. Demikian juga bersama dengan Kerabat Melda, komunitas yang dibangun.Dia turut aktif di berbagai kegiatan didalamnya.Salah satunya memberikan bantuan-bantuan kepada panti asuhan dan beasiswa bagi santri penghafal Alquran.

Melalui gerakan ini, dirinya semakin memantapkan hati untuk memperjuangkan semua suku, agama, gender, dan lintas generasi.

’’Kuncinya adalah dekat dengan masyarakat.Dengar, serap keluhan, serta aspirasi mereka.Masyarakat inikan butuh didengar dan diperhatikan.Baru kemudian kita pikirkan dari setiap permasalahan itu bersama-sama, bagaimana solusi terbaiknya,” ujar Sekreatris Komisi 1 DPRD Kota Mojokerto ini.

Aktif di PDIP jelas memengaruhi gaya dan cara Melda berpolitik. Termasuk belajar banyak dari ayahnya, Gatot Supriyadi, kader PDIP sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

’’Bagi saya, bapak adalah guru politik. Keberhasilan saya saat ini tidak akan terlepas dari didikannya mengajarkan saya berpolitik, dan menjalankan amanah sebagai wakil rakyat,’’ kata  mahasiswa S-2 Universitas Airlangga (Unair) ini.

Dia menuturkan, dalam menjalani tugas kedewanan, dirinya tidak membuat manajemen waktu khusus bersama keluaga besarnya. Karena sejak awal memutuskan terjun ke dunia politik, kerelaan keluarga dan dukungan  suami telah didapat, serta keluarga besar pun siap dengan risiko yang ada.

’’Yang penting menurut saya adalah kualitas waktu pertemuan dengan keluarga, anak-anak, bukan kuantitasnya,’’ kata istri Mochamad Saiful Raharjo ini.

Melda termasuk politikus DPRD Kota Mojokerto yang sadar akan pendidikan.Setelah  lulus SMAN Negeri, dia kemudian melanjutkan pendidikan strata satu (S-1) di Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya).

Kini, di tengah rutinitas sebagai anggota DPRD, Melda tetap melanjutkan tingkat magister Fakultas Ilmu Soisal dan Ilmu Politik (FISIP) Unair Surabaya. ’’Harapan saya, ilmu yang saya peroleh bisa bermanfaat untuk masyarakat dan pembangunan Kota Mojokerto,’’ tandas peraih IP 3,9 ini. (bas)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP