alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Ribuan Buruh PT SAI Berkerumun, Terdampak Aksi Blokade Perusahaan

26 Januari 2021, 01: 07: 03 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ribuan buruh PT SAI berkerumun terdampak aksi warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro yang menuntut pengelolaan avalan.

Ribuan buruh PT SAI berkerumun terdampak aksi warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro yang menuntut pengelolaan avalan. (Istimewa/Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Polemik pengelolaan avalan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) dengan warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto berbuntut panjang.

Senin (25/1) warga setempat kembali menggelar aksi di pabrik kabel kendaraan yang masuk kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) tersebut. Bahkan, warga memblokade dengan memasang gembok pada pintu gerbang pabrik. Akibatnya, ribuan buruh keleleran karena tidak masuk kerja.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, aksi warga ini berlangsung sejak siang hari.  Mereka menuntut, pihak desa dapat mengelola avalan perusahaan modal asing (PMA) asal Jepang tersebut.

Ribuan karyawan pun tak bisa berkutik. Buruh yang sebelumnya kerja shif pagi tak bisa keluar pabrik. Sebaliknya, shif malam tak bisa masuk perusahaan. Kondisi itu mengharuskan para buruh didominasi kaum hawa ini menunggu di luar pabrik hingga malam hari.

Dengan cepat kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk membubarkan kerumunan. Pengamanan ketat dilakukan guna mengantisipasi gesekan antara warga, buruh, serta pihak perusahaan. Buruh yang tumplek-blek di luar pabrik tersebut tampak tidak menjaga jarak. Sehingga, dikhawatirkan rentan terjadi penularan dan persebaran Covid-19.

Kanitreskrim Polsek Ngoro Ipda Selimat menegaskan blokade warga terhadap karyawan PT SAI sudah dibubarkan petugas. ”Sudah (dibubarkan, Red),” ungkapnya singkat kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Hingga Senin (25/1) tengah malam kondisi sudah berjalan kondusif.

Buruh yang sebelumnya tertahan di luar pabrik sudah bisa masuk dan beraktivitas seperti biasa. Termasuk mereka yang sebelumnya tertahan di dalam pabrik juga sudah bisa keluar dan pulang ke rumah masing-masing.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP