alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

13 Calon Sasaran Vaksin Tak Lolos Skrining

26 Januari 2021, 13: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

Ribuan vaksin yang tiba di Dinkes Kabupaten Mojokerto, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, Senin (25/1). (rizal amrulloh/radarmojokerto)

Wali Kota Ika Puspitasari menyatakan kesiapan Pemkot Mojokerto untuk segera menggulirkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Seiring diterimanya vaksin pada Senin (25/1) sore kemarin, pihaknya tetap mewanti-wanti masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes).

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, mengatakan, di tahap awal ini, Kota Mojokerto sebenarnya memiliki sebanyak 3.353 sasaran. Namun, secara bertahap kota mendapat distribusi 1.000 dosis. Menurutnya, kedatangan vaksin Covid-19 merupakan sebuah harapan di tengah pandemi.

Dia juga memastikan keamanan vaksin Sinovac karena telah mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ’’Jadi, vaksin Covid-19 ini aman dan halal,’’ tandasnya kemarin.

Sebelumnya, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menetapkan bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac halal dan suci. Oleh sebab itu, Ning Ita meminta masyarakat untuk menyaring informasi menyimpang yang berkaitan dengan vaksinasi Covid-19. Sebab, vaksinasi merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah agar masyarakat terhindar dari paparan virus korona. Namun demikian, wali kota perempuan pertama di Kota Onde-Onde ini tetap meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Yakni, dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan atau 4M. Karena imunisasi merupakan intervensi dalam membentuk kekebalan tubuh terhadap virus SARS-CoV-2. ’’Vaksin ini memang benar-benar aman dan efektif, tapi bukan satu-satunya alat untuk terhindar dari Covid-19. Sehingga tetap harus laksanakan protokol kesehatan 4M,’’ paparnya.

Ning Ita juga menyatakan kesiapan pemkot untuk segera menggulirkan vaksinasi Covid-19. Ratusan tenaga kesehatan (nakes) telah dilatih untuk menjadi vaksinator.  Tak hanya itu, sebanyak 23 fasilitas layanan kesehatan kesehatan (fasyankes) juga telah disiapkan menjadi tempat pelaksanaan imunisasi. Selain digelar di 6 puskesmas di kota, pemberian vaksin juga akan dilaksanakan di 6 rumah sakit RS umum daerah dan swasta, 6 klinik swasta, serta 5 praktik dokter. ’’Alat penyimpanan di masing-masing faskes juga telah kita siapkan,’’ bebernya.

Sebagai tahap awal, kata Ning Ita, imunisasi akan diberikan terhadap 10 orang yang menjadi calon sasaran penerima vaksin perdana. Masing-masing mewakili dari pejabat publik daerah, perwakilan tokoh agama, pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan, maupun perwakilan kelompok lainnya.

Namun, dari 20 orang yang sebelumnya telah menjalani skrining kesehatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo pekan lalu, 13 orang di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Karena hasil tes menunjukkan terdapat masalah kesehatan sehingga tidak bisa diberikan vaksinasi. ’’Dari 20 orang kemarin yang memenuhi syarat cuma 7 orang. Makanya akan segera kami skrining lagi untuk 3 orang yang memenuhi syarat jadi penerima vaksin,’’ paparnya.

Sementara itu, Ning Ita sendiri juga masuk dalam kategori yang tidak memenuhi syarat mendapat vaksin. Pasalnya, dirinya masuk sebagai kategori penyitas atau sudah pernah terpapar Covid-19. Tepatnya pada 28 Desember 2020 lalu. Sementara itu, vaksin di tahap pertama ini akan diprioritaskan untuk sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Meliputi seluruh tenaga medis dan tenaga non-nakes yang bekerja di seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) se-Kota Mojokerto. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP