alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Vaksin Tiba, Nakes-Forkopimda jadi Sasaran Pertama

26 Januari 2021, 10: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

MASIH DIAMANKAN: Vaksin Sinovac yang tiba di Mojokerto untuk sementara disimpan di Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Mojokerto. (rizal amrulloh/radarmojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Vaksin Sinovac asal China untuk memerangi pandemi virus korona tiba di Mojokerto. Senin (25/1) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten dan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Mojokerto sudah menerima vaksin dengan jumlah berbeda.

Kedatangan vaksin tersebut dikawal ketat aparat gabungan dari Patwal Polda Jatim dan Polres Kota Mojokerto. Rute penurunan vaksin dimulai dari DKP2KB Kota Mojokerto, menyusul Dinkes Kabupaten Mojokerto. ”Total 1.000 vaksin tahap pertama tiba di DKP2KB sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular P2P DKP2KB Kota Mojokerto, dr Farida Mariana.

Kedatangan vaksin tahap pertama ini akan menyasar 10 tokoh Forkopimda untuk pencanangan dan diikuti serentak oleh 23 faskes vaksinator di kota. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi bakal dilakukan pada Kamis mendatang (28/1). Oleh karenanya, besok (27/1) vaksin akan langsung didistribusikan ke setiap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

”Rencana langsung kita distribusikan, mungkin Rabu kalau habis nanti kita langsung minta dropping lagi 1000 (vaksin) ke provinsi,” jelas Farida. Mantan kepala Puskesmas Blooto ini menyatakan, vaksin-vaksin ini untuk sementara masih disimpan di cold storage DKP2KB di ruang P2P. Nantinya, vaksin tersebut akan dibagi secara proporsional ke setiap fasyankes sesuai permintaan.

Farida menjelaskan, sebetulnya ada 3.353 yang dijatah akan mendapat vaksin tersebut. Namun, hingga kini baru ada 2.659 yang telah menerima e-ticket. ”Nanti strategi kita seluruh sasaran tenaga kesehatan (nakes) di faskes bisa dapat vaksin di faskes masing-masing. Tetap kita proses, biar yang 3.353 itu tetap diupayakan dapat e-ticket terakhir sampai Rabu besok (27/1) sekalian distribusi,” tuturnya. Sasaran tersebut meliputi semua SDM kesehatan. Sehingga, misal, nakes berdomisili di luar Mojokerto tetap akan melakukan vaksinasi di kota.

Sementara itu, selang satu jam kedatangan vaksin di Dinkes Kabupaten Mojokerto tiba. Pengawalan masih terus berlanjut dengan didampingi Satuan Brimob Polda Jatim dan Polres Kabupaten Mojokerto. Jumlah vaksin yang didatangkan dengan mobil boks bertuliskan Biorfarma dari Kota Surabaya tersebut mendistribusikan sebanyak 3.120 vaksin untuk Kabupaten Mojokerto.

”Jadi nanti kepala dinkes akan melaporkan ke bupati terkait kedatangan vaksin ini, keputusan selanjutnya terserah nanti pimpinan yang akan memutuskan,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra didampingi Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Vaksin tersebut disimpan di ruang penyimpanan imunisasi bersama vaksin imunisasi lainnya. Hanya saja, penyimpanan vaksin kali ini akan turut dijaga aparat keamanan. Untuk menjaga agar nantinya vaksin saat didistribusikan dalam keadaan aman dan steril. Suhu penyimpanan vaksin 2 sampai 8 derajat Celsius. ”Besok (hari ini) kita rencana laporkan ke bupati kalau sudah ada keputusan baru nanti kita akan laksanakan vaksin ke faskes-faskes yang dituju,” tutupnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menerangkan hari ini bupati akan menyampaikan sasaran vaksin Sars-CoV-2 Vaccine (Vero Cell) Innactivated Sinovac tersebut. Kemudian kegiatan vaksinasi dimulai pada Rabu mendatang (27/1) sesuai yang ditentukan pemerintah. Namun, untuk lokasi vaksinasinya dia mengaku belum mendapat informasi lanjutan. ”Insya Allah akan dilaksanakan lusa nanti untuk kegiatan dan tempatnya akan diinformasikan menyusul. Tapi, kedatangan hari ini (kemarin, Red), saya yakini vaksin lengkap dan lokasi tempat penyimpanannya akan diamankan rekan-rekan Polri bekerja sama dengan stakeholder,” kata Dony. Tujuannya, agar vaksin tersebut tetap aman dan steril.

Dia berharap, dengan kedatangan vaksin ini agar warga selalu taat terhadap protokol kesehatan (prokes) meskipun vaksin sudah tiba. Sehingga, langkah pemutusan mata rantai Covid-19 akan berjalan dengan cepat. Dengan adanya vaksin, dia berharap warga jangan lengah untuk selalu menjaga kesehatan. ”Warga harus tetap semangat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, dengan adanya vaksin tetap kita kedepankan patuh prokes, karena dampingannya vaksin, yaitu patuh terhadap prokes,” tegasnya. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP