alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bocah SD Tewas di Kolam TPA

25 Januari 2021, 07: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

DITUTUP: Lokasi tenggelamnya seorang bocah yang tengah berenang, kini sudah diberi garis polisi. (oce/radarmojokerto.jawapos.com)

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kabar duka menyelimuti keluarga Nuraini, warga Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo. Anak semata wayangnya yang bernama Muhammad Afiansyah, 9, tewas tenggelam di kolam resapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karangdiyeng saat bermain dengan teman-temannya.

Kakek korban, Musdram, 60, mengatakan,ibu korban langsung pingsan mengetahui anaknya meninggal. ’’Itu anak saya (Nuraini) nomor dua.Ya anaknya cuma satu itu. Ini tadi dia pingsan.Barusan sudah dimakamkan di pemakaman desa,’’ ujarnya.

Ia mengakui bahwa cucunya yang berusia sembilan tahun tersebut tewas saat sedang mandi dan berenang di kolam tersebut. Namun, ia tidak mengetahui kronologi pastinya.

Musdram menyebutkan, bocah yang duduk di kelas tiga itu sempat ditolong beberapa warga yang sedang berada di lokasi. Selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kutorejo dan dinyatakan meninggal. ’’Saya kurang tahu jam berapa, pokoknya itu pagi tadi (kemarin). Ibunya juga masih belum tenang sampai sekarang. Saya hanya tahu itu saja,’’ tuturnya.

Sementara itu, warga sekaligus saksi mata kejadian, Zainur menuturkan, kejadian tersebut sekitar pukul 07.30. Awalnya, korban berenang bersama empat temannya di kolam resapan dengan kedalaman kurang lebih dua meter tersebut. Tiba-tiba, Zainur mendengar empat bocah berteriak mencari pertolongan. Dia yang tengah mencari rumput di sekitar kawasan tersebut berlari menuju kolam tempat mereka berenang. ’’Teman-temannya pada teriak lemes-lemes gitu, saya langsung ke sana sama teman saya satunya. Langsung saya nyebur ke kolam ngangkat anaknya, ditarik sama tampar biar bisa naik,’’ jelas pria 43 tahun itu.

Zainur menyebutkan, saat ia menyelamatkan korban, posisinya sudah dalam keadaan mengambang di permukaan kolam. Selain itu, ia menemukan kondisi korban mulutnya sudah berbusa. Menurut keterangannya, korban diduga memiliki penyakit ayan. Saat berenang, penyakitnya kambuh sehingga tak bisa tertolong. ’’Diduga punya ayan, karena keluarganya ada yang punya riwayat penyakit itu, makanya tenggelam. Dia bisa berenang kok,’’ ungkapnya.

Setelah dievakuasi, Zainur pun membawanya ke Puskesmas Kutorejo. ’’Sebelumnya anak-anak itu sudah diingatkan sama penjaga sini, nggak boleh mandi nanti tenggelam. Terus pergi, tapi kembali lagi,’’ sambungnya.

Kapolsek Kutorejo AKP Hery Susanto mengatakan, kondisi korban ditemukan dalam keadaan mengapung. Saat berenang, korban tiba-tiba kejang-kejang. Lalu, keempat anak lainnya meminta pertolongan beberapa warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian. ’’Kejang-kejang, ditemukan kondisi mulutnya berbusa. Setelah dievakuasi dari kolam langsung dibawa ke puskesmas. Korban dinyatakan meninggal pukul 08.55,’’ ungkapnya.

Selain itu, anggota Unit Reskrim Polsek Kutorejo mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terkait penyebab tenggelamnya korban di kolam penampungan air resapan sampah yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 150 sentimeter hingga dua meter tersebut. Petugas juga sudah memasang garis polisi di tempat kejadian. ’’Hasil identifikasi terhadap jasad korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan.Sehingga dipastikan penyebab korban meninggal karena tenggelam. Keluarga menolak untuk otopsi dan sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Sekarang koban sudah dikebumikan di pemakaman umum Dusun Jaringan,’’ tutupnya. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP