alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Agung Soecipto

Generasi Muda Kunci Pembangun Bangsa

24 Januari 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Agung Soecipto, anggota DPRD Kota Mojokerto dari PKS.

Agung Soecipto, anggota DPRD Kota Mojokerto dari PKS. (DPRD Kota Mojokerto for Radar Mojokerto)

Menjadi anggota DPRD Kota Mojokerto termuda periode 2019-2024 merupakan kebanggan sekaligus menjadi tanggung jawab besar. Khususnya, kepada warga dapil III Kecamatan Prajurit Kulon. Oleh karena itu, Agung Soecipto bertekad tidak akan menyia-nyiakan amanah dari masyarakat tersebut.

TERPILIH menjadi anggota dewan dengan usia muda, bagi Agung merupakan pengalaman tersendiri. Usianya sekarang baru 30 tahun. Saat usia 28 tahun, menjadi anggota termuda untuk kursi DPRD Kota Mojokerto. Lalu, apa yang akan diperjuangkannya di parlemen?

Agung lahir di Maumere, Nusa Tenggara Timur, 25 Januari 1991. Banyak pihak yang menilai dirinya masih terlalu belia untuk menjadi politisi. Apalagi, duduk di kursi DPRD yang menjadi panggung politisi senior di Bumi Majapahit ini. Namun demikian, dia tidak minder ketika bekerja di parlemen.

Meski terhitung belia, dia siap bekerja dalam bidang legislasi, penganggaran, maupun pengawasan sebagaimana tugas DPRD bersama politisi lain yang jauh lebih senior. ”Menurut saya, hubungan dan komunikasi politik yang baik dengan rekan satu fraksi, senior-senior, dan sesama anggota DPRD dari berbagai komisi, tentunya akan sangat membantu merealisasikan apa yang menjadi aspirasi dan kepentingan rakyat,” kata alumni SMPN 2 Kota Mojokerto ini.

Agung baru masuk partai politik pada tahun 2018. Dan pilihan politiknya jatuh pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dia menduduki jabatan sekretaris bidang pemenangan pemilu, pilkada, dan kebijakan publik PKS. Dirinya merasa terpanggil karena pengalaman masa kecilnya di daerah NTT yang mengikuti tugas dinas sang ayah sebagai anggota Polri.

”Motivasinya dulu sederhana. Saya merasa terpanggil karena melihat kondisi di desa saya saat itu, pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya belum merata,” tambah alumnus SDN di NTT ini. Sebagai generasi muda dengan latar belakang yang pernah hidup di daerah perbatasan, tentu mejadi tantangan tersendiri ketika partai menempatkan dirinya menjadi caleg di dapil III Prajurit kulon.

Agung merasa terpanggil untuk membangun daerahnya. Atau paling tidak, bisa bekerja di Komisi II sesuai dengan latar belakang pendidikan, yakni di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). ”Karena tidak bisa dipungkiri, melihat latar belakang saya yang baru berusia 28 tahun, paling muda, dan dibesarkan di daerah terpencil perbatasan Indonesia di NTT. Kenyataan ini harusnya jadi tantangan tersendiri buat saya,” tambah alumnus MAN Mojokerto ini.

Agung mengaku bersyukur terpilih menjadi anggota DPRD Kota Mojokerto, karena cita-citanya menjadi seorang politisi dapat terkabul. Menurutnya, perjuangan untuk meyakinkan masyarakat agar memilihnya menjadi anggota DPRD tidaklah mudah. Setelah terpilih sebagai wakil rakyat, Agung ingin merealisasikan aspirasi masyarakat di tingkat parlemen.

Selama ini, kata dia, banyak aspirasi rakyat menguap begitu saja. Hal itu terjadi karena banyak faktor. ”Tidak mungkin masyarakat tergerak memilih saya tanpa campur tangan Allah SWT. Saya memahami bahwa ini adalah tanggung jawab besar. Saya harus mempertanggung jawabkannya di hadapan seluruh masyarakat Kota Mojokerto,” tandas anggota Komisi II ini. (bas)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP