alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Bangunan SDN Mojolebak Ambruk

23 Januari 2021, 10: 50: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

DIMAKAN USIA: Bangunan eks ruangan guru di SDN Mojolebak, Kecamatan Jetis ambruk. (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ambruk. Ambruknya bangunan yang berdiri sejak tahun 1972 tersebut tak lain karena konstruksinya sudah lapuk dimakan usia. Kayu sebagai penyangga atap semua tampak keropos dimakan rayap. Salah satu warga, Pairan, 71, mengatakan, ambruknya gedung eks ruangan guru ini terjadi pada Kamis (21/1) pukul 11.45 WIB. Suara gemuruh runtuhan bangunan membuat warga sekitar terkejut.

Dirinya yang berada di dalam rumah hendak berangkat salat Duhur langsung lari keluar memastikan. Situasi itu juga diikuti oleh sejumlah warga yang berdatangan ke lokasi. ’’Ternyata, saat saya keluar, bangunan sekolah yang ambruk,’’ ungkapnya. Mantan penjaga sekolah yang tinggal di rumah dinas kepala sekolah (kepsek) SDN Mojolebak ini mengaku bangunan berusia 48 tahun tersebut dimanfaatkan sebagai gudang untuk menyimpan meja dan kursi yang tak difungsikan lagi.

Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini. Selain proses pembelajaran dilakukan secara daring di tengah pandemi, saat kejadian tak ada warga yang melintas. ’’Kayu penyangganya memang sudah pada lapuk. Ini kan bangunan lama. Sudah puluhan tahun berdiri. Saat kejadian tidak ada hujan dan angin,’’ paparnya. Bahkan, kondisi sama juga terjadi pada tiga ruangan lainnya yang masih satu bangunan. Benar saja, dari pantauan di lokasi, kontruksi kayu gedung bagian timur itu memang sudah pada lapuk. Kayu penyangga juga sudah keropos dimakan rayap. Sehingga, kondisi itu juga sangat membahayakan karena berpotensi ambruk. ’’Memang bangunan tua. Dibangun sejak tahun 1972,’’ tambah Plt Kepsek SDN Mojolebak, Slamet, di lokasi.

Menurut Slamet, bangunan yang memiliki empat ruang itu sejauh ini memang sudah tak layak pakai. Disejumlah bagian bangunan mengalami keropos. Tak hanya kayu penyangga, plafon ditiap ruangan juga ambrol dan kondisinya mengkhawatirkan. Dari empat ruangan tersebut, selama ini dua ruangan dimanfaatkan sebagai gudang dan dua lainnya sebagai ruang pertemuan. ’’Cuma yang paling parah yang ujung itu (yang ambruk),’’ tegas dia.

Slamet mengaku sudah berkordinasi dengan perangkat desa, babinsa dan babinkamtibmas untuk melakukan pembersihan reruntuhan yang berada di jalan desa. Termasuk, melaporkan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto. Sementata itu, Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya. ’’Jika sekolah tidak butuh ruangan lagi, akan kita buat ruang terbuka hijau (RTH), karena yang roboh kelebihan ruang hasil merger tahun 2012.Yang roboh itu bekas ruang guru yang kondisi memang sudah lapuk,’’ ungkapnya.Termasuk tindak lanjut soal tiga ruang dalam satu bangunan yang juga lapuk juga masih dikaji dan dikoordinasikan. ’’Nanti kita koordinasikan dengan sekolah bagaimana yang terbaik,’’ tandasnya. 

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP