alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Riza Ibnu Yulianto

Politik Itu Pengabdian kepada Bangsa

18 Januari 2021, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Riza Ibnu Yulianto bersama keluarga.

Riza Ibnu Yulianto bersama keluarga. (Riza Ibnu Yulianto for JPRM)

Membenamkan masa muda di dunia bisnis, Riza Ibnu Yulianto justru sibuk di arena politik. Berawal dari duduk di kepengurusan tingkat kecamatan Partai Golkar, pria kelahiran Mojokerto 23 Juni 1989 ini kemudian terjun dalam kontestasi pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Lalu, terpilih menjadi anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2019-2024.

BAGINYA, politik adalah dunia baru. Sebab, sejak remaja, Riza sudah menggeluti dunia usaha. Dia terbilang cukup sukses di usia muda. Tak heran, jika di usia yang baru menginjak 31 tahun, dia sudah memberi inspirasi bagi generasi milenial.

Bagi Riza, dalam berbisnis tak hanya berorientasi kepada keuntungan semata. Tetapi, bagaimana memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap usaha yang ditekuni. Sebagai owner servis wedding yang telah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun, Riza ingin berbagi pengalaman kepada generasi muda.

Baca juga: Kembangkan Kemitraan Busana Muslimah

Di mana, hal itu didapatnya sejak menjabat wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi Golkar sekaligus pengusaha. Dia memiliki usaha sewa tenda untuk pesta pernikahan, hajatan, dan event, hingga pengusaha jual beli mobil. Pria yang bertempat tinggal di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, ini sejak kuliah dari Universitas Mayjen Sungkono (Unimas) langsung membuka usaha persewaan tenda tahun 2009.

”Saya sejak kuliah sudah mulai bisnis persewaan tenda mulai 2009 sampai tahun 2019,” ungkapnya. Latar belakang keluarga yang membuat ayah dua anak ini menjadi seorang pengusaha sekaligus dewan. Ayahnya adalah mantan pegawai Telkom. Sementara ibunya seorang ibu rumah tangga.

”Jadi saya dilahirkan dari latar belakang keluarga pegawai BUMN dan ibu rumah tangga,” ujar pria lulusan SMA PGRI Kota Mojokerto tahun 2008 ini. Riza memulai karir politik pada tahun 2017 sebagai Pengurus Kecamatan Kranggan Partai Golkar. ’’Saat sebagai pengusaha persewaan tenda itu saya kenal banyak orang, termasuk tokoh parpol. Dan akhirnya bergabung dengan Partai Golkar atas restu orang tua,” katanya.

Waktu memulai usaha bisnis, Riza selalu all out. Demikian pun ketika dipercaya menjadi wakil rakyat. Menurutnya, saat ini masuk ke dunia politik bukan politik pecah belah. Sudah saatnya politik dijadikan sebagai ajang silaturahmi. Untuk bertukar ide dan mencari solusi demi Kota Mojokerto yang lebih baik. ”Bismillah, saya mencoba ikhtiar,” katanya.

Tantangan terberat adalah waktu pertama kali berebut pengaruh di daerah pemilan (dapil). Di mana, banyak calon yang sudah matang termasuk incumbent yang popoler. Tapi, prinsip pengabdian itu adalah jangan pernah bohong pada orang lain, agar tidak dibohongi orang. Ikhlas membantu sesama dan berpolitik itu mempersatukan semua.

”Kami sangat memahami bahwa kita punya incumbent yang populer. Jadi niat saya ikhlas. Saya maunya politik itu untuk pengabdian kita sebagai bangsa,” pungkas Riza. (bas)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya