alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mata Lensa
icon featured
Mata Lensa

Potret Jalanan Kota

18 Januari 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Keunikan foto ini adalah ada nuansa kompetitif antara patung kuda dan pengendara.

Keunikan foto ini adalah ada nuansa kompetitif antara patung kuda dan pengendara. (Muhammad Luqman Hakim for JPRM)

SEJAK rubrik ini tayang tahun lalu, tak hanya fotografer yang mengirimkan karyanya. Berbagai kalangan dan profesi juga turut tampil. Di antaranya, guru, polisi, pelajar, hingga ibu rumah tangga.

Dari karya berbagai latar belakang tersebut, seni fotografi semakin mudah dipahami. Seperti yang disajikan di halaman Foto Pilihan saat ini. Minggu ini kita mencoba menggunakan pendekatan street photography, yaitu salah satu genre foto yang sangat populer di dunia.

Street photo menghadirkan realita-realita di jalanan. Subjek yang kita temukan secara spontan dan tanpa disutradarai. Yang paling inti dari genre foto ini adalah menghadirkan emosi sebuah kota.

Baca juga: Baik Dikonsumsi Selama Pandemi

Bangunan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Hok Sian Koing Kota Mojokerto.

Bangunan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Hok Sian Koing Kota Mojokerto. (Pratama Jagad Samudra for JPRM)

Henri Cartier Bresson menjadi salah satu pelopor fotografi jenis ini. Dalam proses kreatifnya, dia sempat menjadi fotografer perang, dan bahkan masuk dalam fotografi surealisme.

Tidak ada batasan kita dalam berkarya, asal tidak melanggar norma. Bebas saja. Foto pertama yang hadir di Foto Pilihan minggu ini adalah milik Muhammad Luqman Hakim.

Dia menghadirkan sebuah visual yang sederhana. Keunikan foto ini adalah ada nuansa kompetitif antara patung kuda dan pengendara. Karya kedua adalah milik Yudha Pratama Jagad Samudra. Yudha menghadirkan nuansa religi dan budaya.

Bangunan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Hok Sian Koing Kota Mojokerto tersebut menjadi pilihan subjek untuk mengadirkan wajah kota.

Satu elemen yang tak kalah menarik adalah manusia yang berjalan dengan kostum menyerupai biku atau pakaian ihram di antara garis zebra cross di depan gerbang kelenteng.

Yang terkahir adalah karya milik Abdullah Ismoyo. Seorang tukang becak yang tertidur di tengah kota pada malam hari. Foto ini menggunakan pendekatan candid kamera. Seumpama tukang becak tersebut tahu jika difoto maka dia akan bangun dan berpose.

Dinamika sosial dan ekonomi sebuah kota bisa kita lihat dari segi visual melalui fotografi. Salah satunya dengan street photography seperti ini. (fan)

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya