alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Puskesmas Mentikan Lockdown

14 Januari 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

TUTUP SEMENTARA: Puskesmas Mentikan di-lockdown, lantaran banyak nakes yang terpapar. Sementara itu, pelayanan dialihkan ke pustu Pulorejo. (rizal amrulloh/radarmojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Puskesmas Mentikan di-lockdown. Hal itu setelah sepuluh tenaga kesehatan (nakes) terpapar. Sehingga, pelayanan dialihkan sementara ke Pustu Pulorejo.

Puskesmas Mentikan ditutup sejak Selasa (12/1) hingga Sabtu mendatang (16/1). ’’Iya benar ditutup mulai Selasa. Yang sembilan orang baru diketahui terpapar hari ini (kemarin) dan yang satu sudah selesai menjalani masa isolasi,’’ ujar Kepala Puskesmas Mentikan dr. Hesty Mustika Dewi.

Terkait sembilan orang nakes yang baru diketahui terpapar ini, dr Hesty menerangkan, mereka semua langsung menjalani isolasi. Namun, pihaknya juga masih menunggu hasil swab pegawai Puskesmas Mentikan lainnya dan orang-orang yang memiliki kontak erat dengan yang terpapar. Lantaran pengujian swab dilakukan sebanyak tiga gelombang. Swab gelombang terakhir dilaksanakan hari ini. ’’Total semua pegawai ada 58 orang, kita bagi jadi tiga gelombang sampai besok (hari ini),’’ jelasnya.

Ia melanjutkan, memang sebagian hasil swab sudah ada yang keluar. Namun, kemungkinan hasil swab akan rampung dalam minggu ini. Selain melakukan tracing, area Puskesmas Mentikan juga sudah dilakukan sterilisasi. Pun, sambungnya, setiap hari sterilisasi dilakukan secara rutin. Meski begitu, tetap saja kemungkinan risiko terpapar tetap masih ada. ’’Semoga hasilnya nanti banyak yang negatif, jadi kemungkinan dibuka lebih cepat. Tapi paling cepat bisa buka ya Senin depan (18/1). Soalnya juga nunggu hasil,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari mengungkapkan, pelayanan di Puskesmas Mentikan memang di-lockdown selama lima hari. Lantaran ada 10 nakes yang terpapar. Sepuluh nakes tersebut merupakan petugas tracing dan swabber. Sehingga memiliki risiko penularan yang sangat tinggi. ’’Sebenarnya semua puskesmas di kota sudah pernah terpapar, cuma di awal tahun ini kasus terbaru memang baru ya di Mentikan. Jadi nanti penyedia layanan ini gak menulari  penerima layanan, makanya ditutup dulu,’’ terangnya.

Ia melanjutkan, semua nakes di puskesmas kota sudah menerapkan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang baik. Namun, kondisi kesehatan nakes juga bisa memengaruhi penularan tersebut. Sebab penularan tersebut juga dilihat dari kondisi imunitas tubuh juga.

Selain itu, drg Citra memaparkan, dari sepuluh nakes tersebut dominan merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun, mereka yang terpapar itu sudah menunjukkan tanda-tanda indra penciuman tak berfungsi dengan baik. ’’Rata-rata OTG dan kebanyakan laporan dari mereka nggak bisa mencium bau. Nggak ada yang punya riwayat penyakit lain,’’ jelasnya.

Nantinya, jika hasil swab banyak yang negatif, masa lockdown bakal dipersingkat. Namun, jika hasil swab menunjukkan sebaliknya, maka pihak DKP2KB akan mempertimbangkan lagi masa buka puskesmas tersebut. ’’Dilihat lagi lah dari hasilnya nanti mau diperpanjang apa nggak. Karena kan layanan masyarakat kita juga nggak berani asal memutuskan,’’(oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya