alexametrics
Senin, 18 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Gedung Isolasi Rusunawa Overload

14 Januari 2021, 11: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

OVERLOAD: Gedung isolasi Covid-19 di Rusunawa Cinde di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang terisi penuh pasien konfirmasi tanpa gejala. (rizal amrulloh/radarmojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar MojokertoTingginya penambahan kasus Covid-19 di Kota Mojokerto mengakibatkan kapasitas di gedung karantina di Rusunawa Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon penuh. Akibatnya, tidak sedikit warga yang terkonfirmasi asimptomatik atau tanpa gejala terpaksa menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

”Dari kapasitas 65 ruang isolasi di rusunawa saat ini dalam kondisi penuh. Karena segitu banyaknya warga yang terkonfirmasi positif,” terang Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Rabu (13/1).

Berdasarkan pembaruan data Covid-19 di Kota Mojokerto Rabu (13/1), terdapat penambahan kasus konfirmasi baru sebanyak 16 kasus. Sehingga, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 menjadi 1.529 orang. Dari jumlah tersebut 78 persen atau 1.192 orang telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 107 orang lainnya meninggal dunia.

Dengan begitu, kasus aktif di Kota Onde-Onde masih cukup tinggi dengan jumlah 230 orang. Dari kasus aktif tersebut hanya 56 orang yang harus dirawat di rumah sakit lantaran mengalami keluhan kesehatan. Sedangkan kasus lainnya didominasi konfirmasi tanpa gejala sebanyak 174 orang. Sementara

Oleh karena itu, sebut Gaguk, pihaknya dalam waktu dekat akan memfungsikan kembali Balai Diklat untuk dijadikan tempat isolasi. Menurutnya, gedung yang berada di Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magerasi itu dapat menampung sekitar 25 orang. ”Tapi peramasalahannya ketika mempersiapkan badan diklat masih harus butuh waktu. Karena kita juga harus mempersiapkan sumber daya manusianya (SDM),” urainya.

Sebab, kata dia, tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya disiapkan di balai diklat telah ditarik untuk mem-back up pelayanan di Rusunawa Cinde. Di sisi lain, beberapa SDM lainnya juga ada yang mengundurkan diri. ”Yang kita tempatkan di ruang isolasi itu kan relawan. Sehingga kita harus rekrut lagi untuk tenaga kesehatan itu,” imbuhnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini menyebutkan, terkait persiapan sarana dan prasaran di balai diklat sudah tersedia. Sebab, gedung tersebut sebelumnya telah difungsikan sebagai tempat karantina.

Hanya saja, proses rekrutmen nakes yang setidaknya membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu ke depan. Padahal, kebutuhan ruang isolasi saat ini sudah cukup mendesak. Untuk itu, kata Gaguk, satgas Covid-19 saat ini akan menghidupkan kembali kampung semeru tangguh yang tersebar di 18 kalurahan se-Kota Mojokerto.

”Apabila masih ada warga yang belum tertampung di ruang isolasi, maka peran dari kampung tangguh ini yang ikut membantu mengawasi dan memberikan bantuan kepada masryarakat yang melakukan isolasi mandiri,” tandas mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini. Selama menjalani isolasi, petugas dari puskesmas di masing-masing wilayah yang akan memantau kondisi kesehatan secara berkala.

Terkait kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19, Gaguk menyebutkan jika masih mencukupi untuk merawat pasien Covid-19. Masing-masing di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dan di RS Gatoel.

Selain itu, empat RS swasta non-rujukan lainnya juga tetap diminta mengcover pelayanan terhadap pasien Covid-19. ”Kapasitas RS beberapa waktu lalu juga sudah kita tambah semua. Baik untuk ruang isolasi maupun ICU Covid-19,” pungkasnya.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya