alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Hajatan Dilarang, Pasar Dibatasi

14 Januari 2021, 09: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

TURUN LANGSUNG: Satgas Penanganan Covid-19 melakukan sosialisasi PPKM di Kampung Tangguh Semeru, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (13/1). (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masa sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto berakhir hari ini. Mulai besok, seluruh wilayah Kota Onde-Onde langsung diberlakukan pembatasan di semua sektor dalam rangka menekan penyebaran Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto telah resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.33/183/417.508/2021 tentang PPKM yang diberlakukan mulai Jumat (15/1) sampai dengan Kamis (28/1) nanti. Praktis, masa sosialisasi dikebut dalam tempo dua hari sebelum PPKM diterapkan. ’’Pelaksanaan PPKM akan diberlakukan efektif selama 14 hari atau dua minggu penuh,’’ terang Wali Kota Ika Puspitasari saat hari pertama sosialisasi PPKM di Kampung Tangguh Semeru, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Rabu (13/1).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojoekrto ini menyebutkan, penerapan PPKM di Kota Mojokerto dilandasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Menagri) 1/2021 serta Keputusan Gubernur Jawa Timur 188/7/KPTS/013/2021. Di samping itu, penetapan PPKM juga atas dasar masuknya Kota Mojokerto sebagai daerah zona merah (risiko tinggi) dalam peta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Serta, terpenuhinya empat pamarameter lain yang juga menjadi rujukan untuk menerapan PPKM.

Setidaknya, terdapat 11 poin yang ditekankan dalam SE Satgas Penanganan Covid-19. Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyebutkan, pembatasan akan diberlakukan di seluruh sektor. Baik di bidang pendidikan dengan menerapkan full daring, work from home (WFH) 75 persen di perkantoran, pembatasan 50 persen kapasitas di tempat ibadah, hingga pengaturan jam perdagangan.

Di pasar tradisonal pun juga tak luput dari pembatasan. ’’Kalau pasar induk biasanya 24 jam, nanti dibatasi mulai dari pukul 03.00 malam sampai 16.00 sore. Sedangkan pasar hewan 05.00 pagi sampai dengan jam 12.00 siang,’’ terangnya.

Pun demikian dengan pedagang kaki lima, mal, supermarket, dan sejenisnya yang juga hanya boleh beroperasi hingga pukul 20.00. Dan, tingkat keterisian juga maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan. ’’Jadi lebih disarankan pesan antar atau take away,’’ bebernya.

Satgas juga melarang masyarakat mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian dan kerumunan massa. Meliputi kegiatan sosial keagamaan, resepsi pernikahan, maupun bentuk acara hajatan lainnya. Pasalnya, event dan hajatan masuk dalam tiga besar klaster penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto.

Ning Ita menambahkan, selama dua minggu penerapan PPKM juga akan diberengi dengan peningkatan pengawasan dan penegakan hukum dari petugas gabungan. Baik dari unsur Satpol PP, Polres Mojokerto Kota, serta Kodim 0815 Mojokerto. Namun, pihaknya menegaskan jika pembatasan hanya pada kegiatan masyarakat, sehingga tidak akan dilakukan penyekatan akses jalan seperti pada pergantian tahun baru 2021 lalu. ’’Kalau penyekatan tidak dilakukan, hanya pengawasan dan pemantauan,’’ tandasnya.

Di sisi lain, Setdakot Mojokerto juga mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada kepala Organisasi OPD, camat, serta lurah untuk menyosialisasikan PPKM sesuai tupoksi masing-masing.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya