alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

MOJOKERTO RAYA MERAH LAGI

13 Januari 2021, 10: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

BAKAL DIBATASI: Wilayah Kota Mojokerto akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan laju penyebaran Covid-19. (rizal amrulloh/radarmojokerto)

Mojokerto Raya kini menyandang status risiko tinggi penyebaran Covid-19. Selasa (12/1), Kota Mojokerto akhirnya menyusul wilayah Kabupaten Mojokerto masuk zona merah. Status tersebut dipicu banyaknya penambahan kasus baru dan meninggal dunia selama sepekan terakhir.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, status zona merah ditetapkan oleh Satgas Covid-19 pusat dari 14 indikator. Dan, per Selasa (12/2), Kota Mojokerto resmi naik status dari risiko sedang ke risiko tinggi penyebaran Covid-19. ’’Saat ini kota zona merah,’’ terangnya.

Menurutnya, perubahan peta risiko tersebut disebabkan peningkatan kasus yang signifikan pekan lalu. Khususnya terhadap penambahan kasus konfirmasi baru dan pasien meninggal akibat Covid-19.

Terhitung sejak 4-11 Januari, penambahan kasus confirm baru di Kota Mojokerto mencapai 388 kasus. Tak hanya itu, angka kematian juga meningkat cukup drastis. Selama sepekan terakhir, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 45 orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini menyebutkan jika lonjakan kasus tersbut merupakan dampak libur panjang selama Natal dan Tahun Baru 2021 lalu. ’’Karena sering banyak terjadi kerumunan-kerumunan saat liburan panjang. Makanya 4M itu yang saat ini harus lebih kita tegakkan kembali,’’ tandasnya.

Dengan meningkatnya kasus tersebut secara otomatis juga membuat kapasitas bed occupation ratio (BOR) di enam rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Mojokerto mengalami peningkatan. Dan kapasitas tempat tidur (TT) dan keterisian pasien di ruang isolasi juga menjadi indikator yang menentukan status zona merah. ’’Tentunya dalam penanganan 3T selalu menjadi prioritas kita. Yakni testing, tracing, dan treatmen,’’ bebernya.

Berdasarkan pembaruan data per Selasa (12/1), jumlah kumulatif konfirmasi di Kota Onde-Onde telah menginjak 1.513 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,1 persen di antaranya atau 107 warga meninggal dunia. Jumlah tersebut melebihi persentase kematian akibat virus korona secara nasional 2,9 persen.

Sementara itu, sebanyak 1.174 orang atau sekitar 77,6 persen telah dinyatakan sembuh. Namun, kasus aktif di Kota Mojokerto juga masih berada di atas rata-rata nasional 14,9 persen dengan 232 orang atau 15,3 persen.

Karena itu, imbuh Gaguk, untuk menekan laju peningkatan kasus Satgas Covid-19 Kota Mojokerto akan lebih mengintensifkan penegakan protokol kesehatan (prokes). Bahkan, mulai pekan ini wilayah Kota Mojokerto juga bakal menerapkan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). ’’Yang jelas upaya mendispilkan masyarat dengan penagakan protokol kesehatan melalui yustisi tetap dilaksanakan setiap hari,’’ pungkasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Mojokerto sebelumnya juga menjadi zona merah. Melonjakan kasus yang terjadi di awal tahun 2021 menjadi faktor perubahan status risiko ini. Akibatnya, banyak pasien Covid-19 harus menjalani isolasi mandiridan dirawat di RS Rujukan Covid-19. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya