alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Polisi Pastikan Tengkorak Kasir Kafe Alami Retak

13 Januari 2021, 09: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

Kematian Ananda Putra Wiyanto alias Nanda (18) yang dinilai tak wajar membuat makamnya harus dibongkar untuk autopsi. Kasus ini mencuat setelah ibu korban menemukan sejumlah kejanggalan pada kematian pegawai kafe di Mojokerto tersebut. (vad/radarmojokerto.jawapos.com)

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Teka-teki kematian Ananda Putra Wiyanto, 18, warga RT 6, RW 2, Dusun Soso, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto perlahan mulai terungkap. Hasil autopsi pada Selasa (5/1) lalu menunjukkan Nanda tewas akibat pukulan benda tumpul di belakang kepala. Bahkan, tengkoraknya retak dan pembuluh darah ke otak pecah. Sehingga, mengakibatkan pendarahan di otak.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra menyebutkan, hasil autopsi hanya menemukan satu luka di belakang kepala korban. Satu luka tersebut sudah dijahit lantaran korban sempat mendapat penanganan medis sebelum tewas. ”Ada jahitan yang cukup panjang dari bagian kepala sebelah kiri sampai belakang. Saking kerasnya (pukulan), tengkoraknya retak dan pembuluh darahnya ke otak pecah terjadi pendarahan di otaknya,” ujarnya, Selasa (12/1).

Dia menambahkan, hasil autopsi menunjukkan adanya kemungkinan korban mendapatkan sekali pukulan. Pihaknya masih belum bisa memastikan benda yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Pihaknya masih perlu menggali keterangan dari saksi-saksi guna memastikan fakta sesungguhnya. ”Kemungkinan bendanya lebih keras dari kayu,” tambah mantan Kasatreskrim Polres Bojonegoro itu.

Kepolisian juga telah memeriksa tujuh saksi dari lingkup pertemanan korban. Hasilnya, kepolisian dapat melengkapi rangkaian misteri kronologi yang sebenarnya. Polisi pun sudah mengantongi rute yang dilalui korban setelah dijemput temannya hingga terjadi penganiayaan. ”Untuk lokasi (pemukulan) ini masih kami dalami lebih lanjut,” imbuhnya.

Rifaldhy membenarkan korban sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Mojokerto sebelum dirawat di RSUD Sidoarjo. Saat mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di Kabupaten Mojokerto, Nanda dalam kondisi sadar dan masih bisa berjalan. ”Kalau (tengkoraknya) sampai pecah, korban langsung terkapar di TKP (tempat kejadian perkara). Jadi meninggalnya karena pelebaran pembuluh darah ke otak yang kemudian terjadi pendarahan,” ungkapnya.

Disinggung terkait pelaku tindak penganiayaan yang berujung kematian tersebut, pihaknya masih belum bisa bicara banyak. Kepolisian terus melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap teka-teki kematian kasir salah satu kafe di Pacet itu. ”Sementara ini pelaku masih belum teridentifikasi dan masih dalam penyelidikan. Kami mohon dukungan dan doanya agar kasus ini bisa segera terungkap,” tukasnya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya