alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Jual Istri untuk Berobat Mertua

13 Januari 2021, 10: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

BIADAB : Polisi mengungkap tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan Alfian Zulfikar pada konferensi pers, Selasa (12/1). (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

ALFIAN Zulfikri mengaku menjual istrinya untuk biaya berobat mertuanya yang sedang sakit.  Selama aksi yang dilakukannya sejak Maret 2020 lalu, pelaku telah dua kali menjajakan korban kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 1,5 juta per dua jam. Padahal,  pelaku  mengaku sudah menikahi istrinya selama 15 tahun dan telah dikaruniai tiga orang anak laki-laki. ’’Istri saya meminta uang ke saya untuk berobat ayahnya (mertua pelaku) yang sakit. Tapi, saya tidak punya uang,’’ ungkapnya, Selasa (12/1).

Dia mengaku terpaksa menjual istrinya untuk memenuhi biaya berobat ayah mertuanya yang sedang sakit. Menurutnya, tindakan ini dilakukan atas kesepakatan dengan korban. Dia mulai menawarkan korban untuk melayani hubungan badan secara online sejak  bulan Maret 2020 lalu. Melalui sebuah akun twitter, pelaku menawarkan berbagai jenis jasa berhubungan badan ke  pria hidung belang. Mulai dari  threesome, foursome, hingga swinger. ’’Tarifnya Rp 1,5 juta untuk dua jam,’’ tuturnya.

Akun tersebut dikelola secara pribadi oleh pelaku. Melalui akun bernama @nolduanoldua itu, pelaku berperan sebagai perempuan yang seolah-olah menawarkan jasa berhubungan badan. Bagi orang yang tertarik, mereka akan meningirim pesan melalui direct massage. Dalam percakapan tersebut, pelaku dan calon pelanggan melakukan penawaran.

Setelah harga dan  tempat disepakati, pelaku akan membawa istrinya ke lokasi. Di tempat tersebutlah, pelaku dan  pelanggannya menyetubuhi korban. Selama aksinya ini,  pelaku mengaku sudah menerima dua pelanggan yang masing-masing dilakukan secara threesome. ’’Selama ini hanya threesome. Kalau jenis yang lain belum pernah,’’ katanya.

Belakangan diketahui, pelaku bekerja sebagai seorang sopir truk milik salah satu pabrik di Kabupaten Gresik. Epen mengatakan, ia sudah membina rumah tangga bersama istrinya sejak 15 tahun lalu. Bahkan, dari hasil membina keluarga tersebut, mereka telah dikaruniai tiga orang anak laki-laki. ’’Saya terpaksa jual (istri) karena butuh  biaya itu tadi,’’ pungkasnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya