alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bejat! Istri Dijual Rp 1,5 Juta untuk 2 Jam

13 Januari 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

BIADAB : Polisi mengungkap tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan Alfian Zulfikar pada konferensi pers, Selasa (12/1). (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polres Mojokerto Kota membongkar aksi bejat suami yang nekat menjajakan istrinya untuk berhubungan badan. Adalah Alfian Zulfikar, 39, alias Epen, warga Gresik, yang tega menawarkan istrinya melalui media sosial (medsos) twitter  dengan banderol Rp 1,5 juta. Dia digerebek di salah satu hotel di Kota Mojokerto bersama istri dan seorang pria hidung belang dalam kondisi telanjang, Sabtu pagi (9/1). Kini, pria yang sehari-hari menjadi sopir itu meringkuk di tahanan mapolresta.

Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Iwan Sebastian mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya suami yang menjual istrinya untuk berhubungan badan dengan pria lain. ’’Kemudian sekitar pukul 14.30 petugas Satreskrim Polres Mojokerto Kota melakukan penggrebekan terhadap pelaku,’’ ungkapnya.

Selain menemukan pelaku bersama istrinya dan seorang pria hidung belang, petugas juga mendapati dua alat kontrasepsi serta  uang senilai Rp 1,5 juta. Diduga, uang tersebut hasil transaksi. ’’Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ terang Iwan.

Sejumlah barang bukti  yang disita di  antaranya berupa dua alat kontrasepsi, dompet, uang tunai Rp 1,5 juta, handphone, sprei hotel, serta satu unit sepeda motor. Iwan mengatakan, pengungkapan tindakan pelaku diperkuat dengan patroli siber medsos. Petugas menemukan akun twitter yang digunakan pelaku untuk menawarkan istrinya.

Melalui akun tersebut, pelaku mengunggah foto korban serta menawarkan jasa berhubungan badan mulai threesome, foursome, hingga swinger.Kepada petugas, pelaku mengaku menjajakan korban dengan tarif Rp 1,5 juta per dua jam.

Pelaku disangkakan dengan Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP. Akibat tindakanya itu pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara.

Saat ini petugas masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Selama proses itu, pelaku ditahan di sel tahanan Mapolres Mojokerto Kota. ’’Rencana tindak lanjutnya adalah memeriksa saksi-saksi, menyita barang bukti, dan melakukan pemberkasan,’’ pungkasnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya