alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Kejari Dalami RAB Plafon GMSC yang Ambrol

13 Januari 2021, 09: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

DALAM PENYELIDIKAN: Ambrolnya plafon GMSC ini memantik reaksi kepolisian dan kejari. Dua lembaga penegak hukum ini tengah mencari dugaan pidana dalam proyek tersebut. (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ambrolnya plafon lantai dua Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto juga menjadi atensi Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto. Korp adhiyaksa ini pun melakukan pulbaket (mengumpulkan bahan dan keterangan) untuk mengungkap fakta insiden yang terjadi pada Sabtu (9/1) malam itu. Termasuk menggali keterangan Dinas PUPR Kota Mojokerto dan rekanan pelaksana.

’’Dengan kejadian itu tentu kami tak boleh diam. Kami perlu melakukan kroscek,’’ ungkap Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto Ali Prakosa, Selasa (12/1).

Ali menuturkan, kejari sebagai aparat penegak hukum (APH) memastikan akan mengusut tuntas insiden ambrolnya plafon yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut. Hal ini sekaligus membuat peristiwa itu menjadi terang. Sejauh ini, proses pengecekaan sekaligus pengamatan ke mal pelayanan publik (MPP) GMSC sebagai tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dilakukan. Diikuti pulbaket sebagai tahap berikutnya.

’’Sementara kita kumpulkan data dulu. Untuk pengerjaan GMSC sendiri itu kan tidak dalam setahun masa pengerjaan pembangunan,’’ tandasnya. Dari data yang ada, pembangunan GMSC ini merupakan megaproyek Pemkot Mojokerto yang dibangun menggunakan anggaran multiyears, dengan nilai kontrak mencapai Rp 61,6 miliar. Sentuhan pembangunan GMSC dimulai tahun 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp 29,9 miliar.

PT Mustika Zindane Karya sebagai pemenang kontrak pengerjaan proyek. Kemudian tahun 2017 dilanjutkan pembangunan tahap kedua, dengan nilai kontrak mencapai Rp 31,7 miliar, dikerjakan PT Ardi Tekindo Perkasa selaku pemenang tender.

Tak hanya itu, GMSC kembali mendapat kucuran anggaran di tahun berikutnya untuk melengkapi sarana pendukung gedung. Masing-masing tahun 2018 mendapat kucuran Rp 5,4 miliar untuk pemasangan eskalator dan elevator, tahun 2019 Rp 7,1 miliar untuk genset, AC, dan landscape, serta tahun 2020 lalu ditambah Rp 1,3 miliar untuk perubahan layout.

’’Pengerjaan eskalator dan elevator kan tidak ada kaitannya dengan kejadian itu. Sementara ini kita fokus dalam pengumpulan data pembangunan, khususnya plafon dulu, masuk yang tahun berapa. Data itu yang harus kita lengkapi dulu,’’ tandasnya. Untuk itu pihaknya perlu melakukan pengecekan terhadap rancangan anggaran biaya (RAB) dan rencana anggaran pelaksanaan (RAP). Hal itu untuk mengungkap ada tidaknya unsur pidana dalam insiden amblonya plafon.

”Apakah pemasangannya tidak sesuai atau gimana. Kami juga perlu tahu sebelum melangkah ke tahap berikutnya,’’ tuturnya. Idealnya, lanjut Prakoso, usia bangunan tersebut dapat bertahan hingga sepuluh tahun. ’’Tapi, kita kan juga perlu tahu, apakah plafon itu juga ada atau tidak idealnya,’’ tambahnya. Secara teknis pihaknya tak membeberkan dalam melakukan pulbaket. Namun, Prakoso menegaskan, hal itu akan digali dari berbagai pihak terkait. Termasuk dinas PUPR sebagai pemilik proyek dan rekanan pelaksana. Dari dua instansi ini nantinya bakal dikroscek dan cocokkan dengan bangunan plafon yang menjadi fokus. ’’Kami tidak mau gegabah. Kami harus kaya data dulu. Praduga tak bersalah tetap kita kedepankan,’’ jelasnya.

Sebelumnya, ambrolnya plafon seluas 40 persen di lantai dua GMSC Kota Mojokerto membuat pelayanan publik harus direlokasi di ruang yang lebih aman. Selain dalam tahap penyelidikan, ambrolnya plafon juga mengakibatkan beberapa konter pelayanan terdampak kerusakan. Kondisi terparah terjadi di konter pelayanan DPMPTSP dan Naker, konter pelayanan adminduk pada dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil), serta konter Samsat Corner di bawah naungan Polresta Mojokerto. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya