alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Wahju Nur Hidajat

Pengabdian Adalah Ibadah

12 Januari 2021, 01: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wahju Nur Hidajat, anggota DPRD Kota Mojokerto.

Wahju Nur Hidajat, anggota DPRD Kota Mojokerto. (Setwan for Radar Mojokerto)

Perlahan tapi pasti. Wahju Nur Hidajat menjadi tokoh yang mulai diperhitungkan di percaturan politik Kota Mojokerto. Jauh sebelum menjadi anggota DPRD, pria kelahiran Bangkalan, Madura, ini adalah sosok muda yang dikenal dekat dengan dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU).

SOSOK bersahaja ini akrab dipanggil Abah Nur. Mulai belajar lebih dalam dan bersentuhan langsung dengan dunia politik, terhitung sejak memutuskan berhenti bekerja di PT Tjiwi Kimia tahun 2019 lalu.

Latar belakangnya sebagai santri sejak kecil di Kota Pasuruan, jelas memengaruhi gaya dan cara Wahju Nur Hidajat bekerja diperusahaan dan berpolitik. Dia pernah menjadi Koordinator Jamaah Ukhuwah Islamiyah (KJUI) PT Tjiwi Kimia.Diberikan amanah sebagai ketua bagian pengembangan dan dakwah sejak 1992 hingga 2015.

Kemudian dia aktif di PKB Kota Mojokerto. ’’Sejak kecil tinggal di lingkungan NU. Jadi PKB bukan dunia baru, karena dilahirkan dari NU. Dan saya suka dengan dunia religi, termasuk dengan para kiai sepuh yang tawaduk dalam hidupnya,’’ katanya.

Wahju Nur Hidajat termasuk politikus DPRD Kota Mojokerto yang sadar dengan pendidikan. Kala itu, selepas lulus SMAN 1 Puri tahun 1988, pria kelahiran 2 Agustus tahun 1969 ini melanjutkan studinya di ITATS Surabaya, jurusan teknik tahun 1988. Pada tahun 1991 melanjutkan ke STIKOM Surabaya, jurusan informatika.

Kemudian menempuh kuliah di Universitas Mayjen Sungkono jurusan hukum dan lulus tahun 2001. Sejak 1992–2019 menjadi karyawan PT Tjiwi Kimia di bagian engineering converting. Dan jabatan terakhir senior supervisor dan advisor. Sejak itulah dia mulai melibatkan diri dalam organisasi keagamaan. Di lingkungan tempat tinggal, Wahju Nur Hidajat aktif berorganisi.

Antara lain, sebagai anggota LPM Kelurahan Magersari selama dua periode. Termasuk LPM di tingkat Kota Mojokerto. Selanjutnya pada pemilu pertama 2019 dia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Mojokerto dari PKB.

Profesionalitas dan komitmen  sebagai wakil rakyat mulai terpancar dalam berbagai potret kinerjanya sejak menjabat sebagai wakil Komisi 2 DPRD Kota Mojokerto, dan anggota badan pembentukan perda. Posisi tersebut dimanfaatkan maksimal demi untuk memperjuangkan dan membela kepentingan masyarakat.

’’Pengalaman bekerja dan organisasi ini kemudian yang memudahkan saya beradaptasi dengan politik, khususnya PKB.Dan alhamdulillah terpilih menjadi anggota DPRD,” tandasnya

Sebagai politisi dan dibesarkan dari lingkungan NU tidak jika di sisi lain kesan santun dan keluwesan melekat. Sebenarnya ada karakter pribadi yang terkesan jiwa sosial yang sangat tinggi. Di samping tempaan dunia religius selama menjadi karyawan, karakter kerja keras memang sudah menjadi ciri khas kehidupan masyarakat di tanah kelahirannya, Madura. 

Bahkan, selama menjadi anggota DPRD kerap kali melakukan kegiatan sosial, antara lain pembagian sembako, bantuan penyemprotan disinfektan secara mandiri, bantuan kepada warga yang berduka, juga kepada janda-janda tua. Yang terpenting adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat di parlemen. ”Bagi saya, mengabdi untuk masyarakat adalah bagian dari ibadah,” ujarnya. (bas)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya