alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Insentif Nakes Covid-19 Kota Cair Rp 10,1 Miliar

12 Januari 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

LELAH: Nakes yang telah bekerja hingga lelah, tak sepenuhnya mendapat honor. Beberapa bulan nyantol di tahun 2020. (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto sepertinya bisa bernapas lega. Pasalnya, dana insentif nakes yang sempat nyantol selama beberapa bulan terakhir ini akhirnya dicairkan pemerintah pusat.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari mengungkapkan, dana insentif bagi nakes yang melakukan penanganan Covid-19 telah turun pekan lalu. Dia menyebutkan jika Kota Mojokerto mendapat alokasi sebesar Rp 10,1 miliar.

Dengan turunnya dana insentif tersebut, maka hak nakes yang sempat tertunda pada 2020 lalu dapat segera dituntaskan. ’’Jadi, utang untuk insentif nakes 2020 itu bisa terakomodir semua dari anggaran ini,’’ paparnya.

Dikatakannya, dana insentif diperuntukkan nakes yang melakukan penanganan langsung Covid-19. Baik yang bertugas di rumah sakit rujukan Covid-19 maupun yang tersebar di puskesmas.

Pada 2020 lalu, dana insentif memang sempat mengalami keterlambatan pencairan dari pemerintah pusat. Akibatnya, nakes yang bertugas di RS rujukan Covid-19 hanya menerima insentif untuk bulan Agustus 2020. Pun demikian dengan nakes di puskesmas yang terakhir menerima untuk Juli 2020.

Mantan Kepala Puskesmas Wates ini menyebut jika seluruh hak yang sempat tertunda itu bakal dipenuhi dengan cara dirapel. ’’Semua langsung nanti. Misalnya nakes puskesmas nanti ngerapel selama lima bulan dari Agustus-Desember,’’ bebernya.

Citra menambahkan, berdasarkan usulan RS maupun puskesmas, kebutuhan dana untuk menutup kekurangan insentif nakes Covid-19 di 2020 berkisar Rp 8,6 miliar. Dengan demikian, dana insentif yang bersumber dari APBN itu masih menyisakan Rp 1,4 miliar. ’’Jadi mudah-mudahan sisa Rp 1,4 miliar ini bisa untuk insentif sampai bulan Januari 2021 ini,’’ tandasnya.

Besaran insentif yang diterima masing-masing nakes berbeda. Pemerintah menetapkan bagi dokter spesialis di RS rujukan Covid-19 mendapat insentif paling tinggi Rp 15 juta per bulan. Sedangkan dokter umum dijatah maksimal Rp 10 juta per bulan. Sementara bagi perawat dan bidan berhak menerima Rp 7,5 juta per bulan dan nakes lainnya Rp 5 juta. ’’Kalau nakes di puskesmas semuanya sama, baik dokter dan perawat Rp 5 juta. Karena tugasnya tracing dan skrining, beda dengan yang di RS,’’ imbuhnya.

Dia menyebutkan, jika dana insentif dari pemerintah pusat saat ini sudah masuk di kas daerah (kasda) Pemkot Mojokerto. Namun, dana tersebut belum bisa langsung untuk dicairkan. Menurut Citra, pihaknya masih menunggu landasan aturan sebagai pijakan untuk mencairkan di 2021 ini dari pusat.

’’Karena ini kan anggarannya untuk 2020, maka kami butuh aturan dari pusat. Baik dari Kemenkeu maupun aturan dari BPPKA yang melegalkan untuk mencairkan anggaran lepas tahun (2021). Tinggal menunggu itu saja,’ terangnya.

Diperkirakan pencairan insentif  nakes baru bisa disalurkan selepas pertengahan Januari ini. Atau selambat-lambatnya akan ditransfer pada awal Februari nanti. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya