alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Plafon Seharga Rp 31 M Ambruk, Polisi-Kejari Kota Turun ke Lokasi

11 Januari 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DISTERILKAN: Ambruknya plafon di lantai dua GMSC masih belum dibenahi lantaran dilakukan penyelidikan oleh APH. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mal pelayanan publik (MPP) di Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto dihentikan sementara pasca ambrolnya plafon atau atap lantai dua sejak Sabtu malam (9/1). Selain pertimbangan keamanan, area lokasi kejadian kini juga terpasang garis polisi. Sehingga, harus steril dari kegiatan di luar ranah penyelidikan pihak berwajib. Yakni, Polres Mojokerto Kota dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, plafon di lantai dua GMSC ambrol sekitar pukul 19.05, Sabtu (9/1). Dia menyebut jika hampir separo dari total luas bagian atap di MPP mengalami kerusakan berat. ’’Perkiraaan kurang lebih 40 persen dari luas satu lantai ini (lantai dua GMSC),’’ terangnya usai meninjau GMSC, kemarin (10/1).

Gaguk menyebut, jika pihaknya kini masih memfokuskan untuk memindah pelayanan dari lantai dua. Pasalnya, ambruknya plafon turut mengakibatkan beberapa konter pelayanan terdampak kerusakan.

BOYONGAN: Petugas Dispendukcapil Kota Mojokerto memindah peralatan pelayanan ke lantai tiga GMSC.

BOYONGAN: Petugas Dispendukcapil Kota Mojokerto memindah peralatan pelayanan ke lantai tiga GMSC. (sofankurniawan/jawapos.radarmojokerto.com)

Kondisi yang paling parah terjadi di konter pelayanan perizinan pada DPMPTSP dan Naker, konter pelayanan adminduk pada dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil), serta konter Samsat Corner di bawah naungan Polresta Mojokerto.

Menurutnya, seluruh pelayanan bagi konter yang terdampak bakal dialihkan ke lantai tiga GMSC. ’’Sekarang yang kita prioritaskan adalah untuk memindahkan pelayanan. Tapi untuk memindahkan pelayanan ini kan kita butuh persiapan,’’ ujarnya.

Sementara itu, konter lain yang tidak mengalami dampak ambruknya plafon di MPP juga bakal diboyong ke lantai di atasnya. Pasalnya, lantai dua GMSC akan disterilkan dari kegiatan pelayan publik maupun aktivitas kedinasan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini menyatakan jika langkah itu dilakukan atas pertimbangan keamanan. ’’Dengan runtuhnya sebagian atap ini, kita tidak akan fungsikan semuanya. Karena ini harus di-close, kita juga mempertimbangkan risiko pada atap yang lainnya walaupun tidak roboh,’’ bebernya.

Di sisi lain, pihaknya juga tidak menampik jika pensterilan kegiatan di area lokasi kejadian juga terkait Aparat Penegak Hukum (APH) yang turun untuk melakukan penyelidikan. Itu terlihat dari pemasangan garis polisi di akses pintu utama GMSC maupun di sekitar ambruknya palfon di lantai dua.

Bahkan, kemarin juga terlihat sejumlah petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto yang turut menggali keterangan perihal ambruknya plafon di gedung yang menelan anggaran puluhan miliar itu. ’’Memang dari kepolisian maupun dari kejaksaan juga melihat ke sini (GMSC) untuk melihat seperti apa kerusakannya. Terkait tindak lanjutnya kita belum tahu,’’ paparnya.

Pun demikian saat disinggung terkait penyebab ambrolnya plafon, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini mengaku belum mengetahuinya. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk mencari tahu pemyebabnya. ’’Penyebab itu kan urusan teknis. Nanti ada tim tersendiri yang di bawah koordinasi Danas PUPR untuk memastikan apa penyebabnya ini (ambruknya plafon),’’ imbuhnya.

Gaguk menyatakan jika plafon di lantai dua yang ambrol merupakan bagian dari paket proyek pembangunan GMSC.  Gedung yang didirikan di atas lahan eks RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo itu merupakan megaproyek Pemkot Mojokerto yang dibangun secara multiyears dengan nilai kontrak mencapai 61,6 miliar.

Sentuhan pembangunan GMSC dimulai pada 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp 29,9 miliar dengan kontraktor pelaksana yang dimenangkan PT Mustika Zindane Karya. Pada 2017 dilanjutkan pembangunan tahap kedua dengan nilai kontrak mencapai Rp 31,7 miliar yang dikerjakan PT Ardi Tekindo Perkasa selaku pemenang tender. ’’Yang jelas pembangunan dua tahap. Tahun 2016 itu masih berupa konstruksi gedung dan 2017 itu finishing, termasuk atap,’’ pungkasnya.

Tak hanya itu, GMSC kembali mendapat kucuran anggaran di tahun berikutnya untuk melengkapi sarana pendukung gedung. Masing-masing pada 2018 mendapat kucuran Rp 5,4 miliar untuk pemasangan eskalator dan elevator; tahun 2019 Rp 7,1 miliar untuk genset, AC, dan landscape; serta tahun 2020 lalu ditambah Rp 1,3 miliar untuk perubahan layout. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya