alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Skincare

Waspadai Kerusakan Kulit

09 Januari 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

Perawatan kulit sejak dini bisa mengurangi penuaan dini yang sering terjadi pada wanita. (MODEL : Miftakhul Khoiroh)

Skincare atau perawatan kulit menjadi kebutuhan tersendiri bagi kaum hawa. Namun, para perempuan harus dituntut menjadi konsumen yang cerdas guna menghindari dampak buruk yang ditimbulkan.

Berbagai merek skincare kini sudah menjamur hampir di segala penjuru. Mulai dari sunscreen hingga krim malam. Tak ayal, kini para kaum hawa pun berlomba memoles wajah dan tubuhnya seindah mungkin.

Namun, hasil dari perawatan kulit tersebut tak bisa didapat dengan instan. Pasalnya, hasil perawatan yang instan bakal berimbas bagi kesehatan kulit. Salah satunya adalah penuaan dini. Alangkah baiknya, bila perawatan kulit tersebut di mulai sejak dini.

”Sebaiknya perawatan kulit dilakukan sejak dini, tidak bisa dimulai dari usia remaja. Karena perawatan kulit sejak dini bisa mengurangi premature aging (penuaan dini),” ujar dokter spesialias kulit RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr. Dyah Ratri Anggarini, SpDV.

Menurutnya, terdapat beberapa indikator bila kulit mulai mengalami penuaan dini. Di antaranya, muncul flek hitam, kerutan kering di wajah hingga kerusakan DNA kulit. ”Salah satunya itu kerusakan DNA kulit, masyarakat biasa menyebutnya kutil,” terangnya.

Ditambahkannya, kerusakan kulit tersebut diakibatkan paparan sinar matahari yang berlebihan. Apalagi, tanpa adanya perawatan yang memadai yang menimbulkan berbagai dampak negatif tersebut. ”Ada basic skincare yang memang perlu dipakai. Itu adalah sunscreen. Kalau tidak dilindungi dengan sunscreen yang tepat akan timbul premature aging itu,” ungkap Dyah .

Dyah menjelaskan, agar masyarakat juga lebih aware terhadap produk skincare yang digunakan agar sesuai dengan jenis kulit masing-masing. Lantaran hasil produk skincare bakal tidak optimal bila tak sesuai jenis kulit.

Perawatan kulit secara alami yang baik adalah dengan menjaga pola hidup sehat. Karena, gaya hidup seseorang sangat berpengaruh bagi kesehatan kulit. Apalagi aktivitas fisik masyarakat akhir-akhir ini dinilai semakin minim. ”Sering makan junk food, sering minum minuman bersoda, merokok, itu kondisi kulitnya akan berbeda dengan yang diet tadi. Jadi nanti treatment-nya pun akan berbeda,” bebernya.

Ia mengimbau agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas. Supaya membeli produk skincare yang telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Guna mencegah zat berbahaya seprti merkuri yang kerap digunakan di produk kosmetik. ”Kalau mengalami permasalahan pada kulit, tidak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter,” tandasnya.

Sementara itu, dr.Lina Oktaviani pemilik klinik Post Beauty Mojokerto menyebutkan, tren perawatan kulit akhir-akhir ini didominasi perawatan wajah berjerawat. Penyebabnya pun beragam, mulai dari faktor kebersihan, alergi, hingga hormonal.

”Yang populer sejak pandemi ini maskne (mask acne), itu adalah jerawat akibat penggunaan masker. Banyak pasien yang mengeluh sering muncul jerawat di area yang tertutup masker,” terangnya.

Ditambahkannya, kasus tersebut mayoritas dialami kalangan muda usia kerja. Lantaran, selama bekerja harus tetap menggunakan masker baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Lina menerangkan, penanganan permasalahan kulit setiap pasien dilakukan berdasarkan kondisi kulit pasien. Mulai dari facial biasa hingga penanganan yang melibatkan proses kimiawi. ”Untuk kasus jerawat aktif, kami lebih menyarankan pasien kami untuk melakukan tretment Chemical Peeling (pengelupasan kulit secara kimiawi),” bebernya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya