alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Nekat Tatap Muka, Sekolah akan Disanksi

08 Januari 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid. (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

SEMENTARA itu, Dinas P dan K Kota bakal menindak tegas sekolah nekat. Yakni, lembaga pendidikan dasar negeri maupun swasta yang membuka kelas tatap muka.

Beberapa waktu lalu sempat mencuat kabar terdapat salah satu sekolah swasta di Kota Mojokerto nekat menggelar. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas P dan K Kota mengaku mendatangi sekolah bersangkutan. ’’Sempat ada pemantauan karena ada laporan salah satu sekolah yang melakukan. Tapi ternyata saat saya melakukan pengecekan ke sana, katanya, paguyuban kelas mau ngumpul,’’ ujar Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid, Kamis (6/1).

Pihaknya memastikan bakal memberi sanksi tegas jika diketahui ada sekolah yang nekat membuka PTM. Hal ini berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta tingkat SD dan SMP. Lantaran Kota Mojokerto masih zona oranye. Sehingga, dikhawatirkan memicu persebaran Covid-19. Bahkan, ada beberapa wilayah yang zona merah. ’’Kondisinya kayak gini. Kan nggak mungkin. Jadi kalau ada yang PTM, apa pun alasannya, tidak diperbolehkan,’’ tegasnya.

Meski diakuinya, pembelajaran secara daring dinilai tidak efektif. Buktinya, saat simulasi sekaligus ulangan akhir semester di salah satu SMP, seorang siswa kesulitan mengerjakan. ’’Jadi ya memang diakui tidak efektif. Apalagi untuk pembelajaran mapel tertentu. Kan susah juga kalau dilakukan daring,’’ jelasnya.

Hingga saat ini, Amin masih mendiskusikan solusi agar PJJ bisa maksimal. Jika dari Kemendikbud, ada dua alternatif model pembelajaran. Yaitu, melalui televise dan daring. Namun, ia mengaku tak yakin jika PJJ benar-benar bisa berjalan efektif. Sehingga, ia berencana mengadakan pembelajaran home visit. Jadi guru melakukan kunjungan ke rumah muridnya. ’’Saya putuskan beberapa sekolah kalau mau home visit silakan, tapi hanya untuk yang wilayah kota saja. Ini juga masih kami bicarakan lagi karena memang nantinya home visit ini harus benar-benar terbatas,’’ tukasnya. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya