alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sehari, 11 Warga Kota Meninggal

08 Januari 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

GEDUNG KARANTINA: Rusunawa Cinde di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon yang dipenuhi warga terkonfirmasi tanpa gejala untuk menjalani isolasi. (rizal amrulloh/radarmojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam sepekan terakhir, penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto kian mengkhawatirkan. Bahkan, Kamis (7/1) mengalami penambahan yang signifikan sebanyak 71 kasus baru. Tak hanya itu, 11 warga terkonfirmasi positif juga dinyatakan meninggal dunia.

Penambahan kasus tersebut menjadi yang tertinggi dalam kurun beberapa bulan terakhir. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus di Kota Mojokerto menyentuh 1.289 kasus. Dari jumlah tersebut, angka kematian mencapai 87 orang atau pada 6,7 persen. Jauh lebih tinggi dari angka meninggal secara nasional dengan persentase hanya 2,9 persen.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menyatakan, meningkatnya penambahan kasus baru disebabkan karena semakin digencarkannya tracing. Setidaknya, selama pandemi ini di kota telah melakukan uji swab terhadap 16.618 spesimen. ’’Dari hasil tracing itu akhirnya ketemu yang lebih banyak lagi yang positif. Dan itu (kenaikan kasus) pasti akan terjadi dalam beberapa hari,’’ terangnya.

Terbukti, minggu ini saja, temuan kasus baru dan angka kematian mengalami peningkatan cukup tajam dalam sepekan ini. Senin (4/1) lalu tercatat penambahan sebanyak 39 kasus baru dan 2 meninggal dunia. Sehari berikutnya, Selasa (5/1) mengalami kenaikan dengan bertambah 58 kasus baru dan 6 meninggal dunia.

Jumlah kasus konfirmasi kembali bertambah pada Rabu (6/1) dengan 68 kasus baru dan 9 meninggal dunia. Dan puncaknya terjadi pada Kamis (7/1) dengan penambahan 71 kasus baru dan 11 orang meinggal dalam sehari.

Gaguk menyebutkan jika meluasnya penyebaran merupakan dampak dari masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021. ’’Ketika ada libur panjang itu selalu ada gelombang kasus positif cukup signifikan,’’ bebernya.

Ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga semakin menambah kumulatif kasus Covid-19 di Kota Onde-Onde. Itu diketahui dari giat tracing yang dilakukan secara berkelanjutan. ’’Artinya ketika hari ini ada satu orang terkonfirmasi, tapi jumlah kontak eratnya ditemukan banyak dari hasil tracing. Sehingga saat dilakukan swab ya bertambah terus jumlahnya,’’ paparnya.

Namun, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini tidak menyebutkan secara rinci gelombang temuan kasus terkonfirmasi yang terjadi belakangan ini. Namun, Gaguk mengatakan, jika temuan kasus masih didominasi oleh klaster keluarga.

Di sisi lain, sebagian besar juga diketahui merupakan kategori konfirmasi tanpa gejala atau asimptomatik. Sehingga, dari total 92 kasus aktif, hanya 22 orang yang harus menjalani perawatan di rumah sakit (RS).

Sedangkan sebanyak 55 orang menjalani isolasi mandiri. Akibatnya, seluruh ruang karantina di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Cinde, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, hampir terisi semua. ’’Memang rusunawa sudah mendekati penuh. Makanya balai diklat juga tetap siagakan di tahun ini,’’ pungkas mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini.

Sementara itu, tingginya angka meninggal dunia juga membuat lahan pemakaman khusus Covid-19 yang di Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, tampak telah dipadati batu nisan. Selain disiapkan bagi pemakaman warga terkonfirmasi positif, lahan tersebut juga diperuntukkan mengubur jenazah yang masih berstatus suspect atau yang sebelumnya dikenal sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). (ram)

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya