alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Suti Alfiati, Ibu Lima Anak Pengemudi Ambulans

07 Januari 2021, 14: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

KELILING DESA: Ambulans milik Dinkes Kabupaten Mojokerto yang dikemudikan seorang ibu lima anak. (Indah Oceananda/jawapos.radarmojokerto.com)

Menjadi sopir ambulans merupakan pekerjaan individu yang tangguh. Mengingat, tuntutan dan tanggung jawabnya yang sangat besar. Mereka harus siap hampir 24 jam dan rela berkendara puluhan kilometer dengan cekatan untuk menyelamatkan nyawa.

INDAH OCEANANDA, Kabupaten, Jawa Pos Radar Mojokerto

ADALAH Suti Alfiati, pengemudi ambulans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. Sudah dua tahun dia menjadi pengemudi ambulans. Yang dikemudikan merupakan ambulans rujukan. Jadi, jika sewaktu-waktu ada kecelakaan atau pasien yang butuh pertolongan pertama, Suti pun akan beraksi menjalankan tugas bersama kedua rekan timnya.

’’Senang soalnya kalau naik itu (ambulans) berasa paling besar di jalan. Tapi nggak pernah kok nerobos lampu merah, soalnya ada SOP-nya,’’ ujar wanita 47 tahun tersebut, kemarin (6/1).

Jam malam pun ia hadapi, termasuk dalam operasi yustisi. Sehingga terkadang ia juga harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Sebab, dari operasi yustisi tersebut jika ditemukan yang reaktif, dia akan langsung membawa ke rumah sakit yang ditunjuk dinkes.

Selain menjadi pengemudi ambulans, Suti merupakan ibu dari lima anak. Sehingga, ia harus pintar-pintar membagi waktu dengan buah hatinya. Kebetulan, anaknya sudah besar-besar. Jadi, ia pun menyempatkan mampir ke rumah saat siang hari di jam istirahat untuk sekadar berbincang-bincang dengan anaknya yang masih SMP. ’’Kalau malam ya ketemu, kadang siang istirahat ya saya sempatkan pulang. Karena kan anak saya ada yang masih sekolah daring,’’ ujarnya.

Terkait profesinya, ia mengaku tak kesulitan. Justru ia sangat mencintai pekerjaannya. Meskipun sempat khawatir dengan pekerjaannya yang bisa menimbulkan risiko penularan Covid-19, tetapi ia cukup yakin jika dijalankan dengan ikhlas, tentu akan berbuah baik juga baginya. ’’Ketakutan pasti ada, cuma semua itu langsung hilang. Saya ndak pernah punya pikiran khawatir gitu. Kuncinya hanya percaya diri aja, niat nolong ikhlas,’’ tandasnya. (abi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya