alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Segel Pondok Bersalin

05 Januari 2021, 12: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

TERTUTUP: Sebuah papan ancaman terpasang di depan Polindes Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet. (oce/radarmojokerto.jawapos.com)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Penyegelan fasilitas kesehatan (faskes) terjadi di Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (4/1). Sasaran penyegelan merupakan pondok bersalin desa (Polindes). Akibatnya, pelayanan kesehatan pun terhenti.

”Penyegelan tersebut dilakukan oleh oknum tak dikenal. Saya baru tahu sekitar pukul 01.00 WIB (dini hari) lewat di situ kok di depannya sudah ada plang kayu,” ujar Kepala Desa Kesimantengah Bangga Al Hakim, Senin (4/1).

Menurutnya, polindes tersebut disegel dikarenakan ada sebagian masyarakat yang kesal terhadap pelayanan yang diduga dilakukan bidan Suhartatik.

TERTUTUP: Sebuah papan ancaman terpasang di depan Polindes Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet.

TERTUTUP: Sebuah papan ancaman terpasang di depan Polindes Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet.

Suhartatik dinilai melakukan pelayanan yang terkesan pilih kasih alias tak menyeluruh kepada semua warga. Hanya beberapa warga saja yang dilayani. ”Jadi untuk hari ini (kemarin, Red) polindes sementara tutup. Warga tidak bisa melakukan pelayanan kesehatan. Kami coba rapatkan juga tadi (kemarin, Red) ke UPT Puskesmas Pacet. Jadi sementara beberapa warga yang berobat dilakukan di balai desa dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Suhartatik mengaku tidak tahu menahu terkait motif di balik penyegelan polindes tersebut. Menurut dia, selama ini sudah melakukan pelayanan pada masyarakat secara maksimal tanpa pandang bulu. Bahkan, sudah 20 tahun dirinya mengabdi dengan membantu proses pelayanan bersalin di desa tersebut. ”Iya baru ini ada penyegelan tersebut. Beberapa warga juga malah ada yang tanya saya, ada masalah apa kok sampai polindesnya ditutup,” jelas Suhartatik.

Dia menambahkan, untuk sementara polindes tersebut ditutup dikarenakan suasana yang belum kondusif. Beberapa warga juga takut berobat. Lantaran polindes ditutup, pelayanan sementara dialihkan ke rumahnya. ”Masih ada yang berobat kok, tadi (kemarin, Red) saya juga habis menolong persalinan,” ucapnya.

Perihal itu, Suhartatik mengaku sudah dimintai keterangan terkait penyegelan dan pemberhentian polindes tersebut oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Mojokerto Susy Dwiharini menyatakan, penyegelan polindes diduga karena adanya isu politik. Sehingga pihak dinkes masih meneliti lebih lanjut terkait kasus yang menyebabkan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut terganggu.

Susy menambahkan, sementara waktu dinkes sedang merapatkan terkait hal tersebut termasuk plang yang dibuat oleh oknum tak diketahui tentang ancaman pemindahan bidan Suhartatik. ”Kita nggak bisa ngawur memutuskan untuk memindahkan ASN begitu saja. Sementara masih kami rapatkan, nanti kalau sudah ada hasilnya kami langsung ke desa tersebut biar semuanya klir.” tegasnya. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya