alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
JDM Project

Nge-Print Tak Perlu ke Kota

04 Januari 2021, 23: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Mokhammad Yunus, M. Firman Abdul Havid, dan Zainul Musthofa tak henti-hentinya berkarya.

Mokhammad Yunus, M. Firman Abdul Havid, dan Zainul Musthofa tak henti-hentinya berkarya. (M. Yunus for Radar Mojokerto)

Berkarya tidak sekadar mengaplikasikan teknik dan skill tinggi. Lebih dari itu. Nilai-nilai estetisme juga dapat menambah kepuasan lebih dari sebuah karya. Inilah yang diwujudkan JDM Project, jasa desain dan printing dalam menciptakan brand milenial di kawasan utara sungai.

BERDIRI sejak tahun 2018, Jasa Desain Mojokerto (JDM) Project mencoba eksis dengan karya-karya digital para pemiliknya. Bermodal semangat yang tinggi, trio sahabat, Mokhammad Yunus, M. Firman Abdul Havid, dan Zainul Musthofa tak henti-hentinya berkarya dengan desain-desain unik mereka.

Hingga lambat laun bendera usaha jasa desain dan digital printing mereka yang terletak di Desa Perning, Kecamatan Jetis berkibar. Khususnya di kawasan utara sungai yang selama ini masih terkesan konvensional dengan kesenjangan produk atau brand digital dari kawasan lainnya.

Ruang desain sekaligus tempat kerja JDM Project.

Ruang desain sekaligus tempat kerja JDM Project. (M. Yunus for Radar Mojokerto)

’’Awalnya kami iseng, tapi serius untuk membuka usaha jasa desain dan digital printing. Ternyata tanggapan warga semakin tinggi dengan adanya karya-karya kami,’’ tegas pimpinan JDM Project, Mokhammad Yunus.

Semangat mem-branding lewat desain dan digital printing kekinian semakin menggelora manakala kawasan utara sungai ke depan bakal dijadikan sebagai zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Di mana, butuh effort dan modal yang sangat besar untuk bisa meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat sekitar. Lewat pembangunan sentra industri, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur pendukung lainnya.

Nah, untuk mendukung hal itu, JDM Project turut memfasilitasi pembangunan lewat desain digital yang mereka ciptakan yang memiliki rasa keindahan atau estetis. Lewat slogan ’’nge-print tak perlu ke kota’’, Yunus dkk mengaku sangat siap bersaing dengan produk digital printing yang sudah tenar lebih dulu.

’’Di utara sungai sendiri, baru ada dua usaha jasa desain. Kami siap kok kalau bersaing, baik dari segi kualitas maupun harga,’’ tegasnya. Untuk jenis produk, JDM Project memiliki banyak varian.

Mulai dari hangtag, thank you card, stiker ucapan, hingga video invitation, cutting sticker, kartu nama, undangan (ribuan model), id card, kalender, polaroid, majalah hingga yearbook.

Untuk harga, JDM juga mampu banting harga dengan nominal mulai Rp 150 untuk ukuran cetak 4x6. Hingga Rp 15 ribu untuk A3 seperti kalender. Sementara untuk stiker atau buklet, bisa bervariasi tergantung ukuran dan warna. (far)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya