alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Features
icon featured
Features
Pasangan Pengantin Gelar Nikah Virtual

Sempat Tertunda karena Pandemi, Terima Ijab Kabul dari Jerman

28 Desember 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

JARAK JAUH: Prosesi ijab kabul pasangan Yulia Virgiana dan Daniel Oelsmann yang digelar secara virtual di kediaman mempelai putri Jalan Trunojoyo, 40, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (27/12). (rizal amrulloh/radarmojokerto)

Sempat tertunda lima bulan akibat pandemi, akhirnya Daniel Oelsmann, 29, resmi mempersunting Yulia Virgiana, 27, Minggu (27/12). Namun, prosesi mengikat janji suci pernikahan itu dilakukan tanpa tatap muka, melainkan dilaksanakan secara virtual.

RIZAL AMRULLOH, Magersari, Jawa Pos Radar Mojokerto

TAK ada pesta meriah. Hanya tampak beberapa baris tamu undangan yang hadir menjadi saksi pernikahan pasangan Daniel Oelsmann dan Yulia Virgiana. Prosesi pernikahan yang diselenggarakan di kediaman mempelai putri di Jalan Trunojoyo, 40, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu memang sengaja digelar sederhana. Adanya imbauan dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto untuk tidak mengundang kerumunan massa menjadi salah satu alasannya.

Tak hanya itu, proses akad nikah juga berlangsung tak biasa kemarin. Pasalnya, Daniel Oelsmann, sang mempelai pria, tidak bisa menghadiri secara langsung acara sakral tersebut. Pria berkebangsaan Jerman itu hanya bisa menyaksikan rangkaian ijab kabul dari balik layar kaca.

Pasangan Sugiyanto dan Supiyati terpaksa harus menikahkan putrinya secara virtual melalui video conference. Sebab, Daniel, yang saat ini tinggal di Kota Hannover tidak bisa bertolak ke Indonesia lantaran ada pembatasan oleh pemerintah Jerman. ’’Kabar terakhir di Jerman lockdown, sehingga tidak bisa datang ke sini (Kota Mojokerto),’’ ungkap Sugiyanto, ayah mempelai putri, Yulia.

Dia menceritakan, kedua mempelai sebenarnya telah menjadwalkan pernikahan pada 25 Juli lalu. Sugiyanto menyebut jika agenda mantu itu rencana awalnya akan diselenggarakan secara normal. Oleh karenanya, pihak keluarga telah mem-booking tempat sekaligus pakaian untuk acara resepsi anak keduanya itu. ’’Semua surat-surat juga sudah kita persiapkan mulai bulan April. Namun, karena pandemi akhirnya semua harus ditunda,’’ paparnya.

Wabah Covid-19 yang semakin meluas mengakibatkan tali pernikahan tertunda hingga lima bulan lamanya. Tak ingin terus berlarut, akhirnya kedua mempelai sepakat untuk menggelar akad nikah pada Minggu, 27 Desember kemarin.

Sugiyanto menyebutkan, keputusan akad nikah itu diambil lantaran belum adanya kepastian kapan pandemi akan berakhir. Di sisi lain, masa berlaku dokumen yang telah dilayangkan ke Konsulat Jerman di Indonesia maupun Kedutaan Besar RI di Berlin juga hampir melewati batas akhir.

Jika sudah expired, maka calon mempelai harus membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk menjalin pernikahan. ’’Kalau sudah lewat masanya, nanti mulai nol lagi. Dan itu butuh waktu, tenaga, dan biaya juga. Akhirnya dari KUA (Kantor Urusan Agama) dicarikan solusi untuk diselenggarakan secara virtual ini,” bebernya.

Sementara itu, Kepala KUA Magersari Muhammad Adib menambahkan, pernikahan secara virtual baru kali pertama dilakukan di wilayah Kemenag Kota Mojokerto. ’’Kami baru pertama iii menikahkan secara virtual. Karena suaminya tidak hadir dalam pernikahan, sehingga berwakil kepada yang ditunjuk untuk mewakili suaminya (saudara laki-laki mempelai putri),’’ sambungnya.

Menurutnya, proses pernikahan secara jarak jauh tersebut tetap sah di mata hukum maupun agama. Sebab, kata Adib, proses ijab kabul telah sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan maupun Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. ’’Jadi, secara hukum munakahat dan Undang-Undang yang berlaku itu disahkan. Yang jelas karena ada pandemi Covid-19 dan ada lockdown, sehingga suami tidak bisa keluar dari Jerman,’’ pungkasnya. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya