alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Hari Ini Nasib Porkab Ditentukan

22 Desember 2020, 07: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

ANTISIPASI: Pengurus KONI Kabupaten Mojokerto, Seprianus menyemprotkan cairan disinfektan ke ruang aula Disparpora sebagai arena Musker. (farisma rohmawan/radarmojokerto.jawapos.com)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wacana menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) tahun depan belum sepenuhnya final. Keputusan pelaksanaan Porkab masih harus melalui pertimbangan bersama antara pengurus cabor dengan KONI Kabupaten Mojokerto. Sebelum akhirnya diputuskan dalam musyawarah kerja (musker) KONI yang digelar hari ini di aula kantor Disparpora Kabupaten Mojokerto.

Selain Porkab, dalam musker tersebut juga akan menentukan persiapan atlet untuk Porprov ke-VII, 2022 mendatang. ’’Besok (hari ini, Red) akan kami tentukan jadi atau tidaknya Porkab,’’ tegas Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto.

Namun, dalam rapat nanti, KONI sebagai pelaksana harus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mulai dari mewajibkan peserta rapat mengenakan masker, pembatasan jumlah peserta hingga menyemprot ruangan dengan disinfektan sebelum rapat dimulai. Penerapan ini mengingat persebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto mulai meningkat. Sehingga butuh langkah kewaspadaan demi menghindari penularan virus SARS-CoV-2 meluas. ’’Kami hanya mewajibkan ketua cabor atau satu orang perwakilan cabor yang boleh datang di musker,’’ tegasnya.

Sesuai yang ia sampaikan di awal-awal wacana Porkab dilontarkan, tidak semua cabor bisa menggelar ajang kejuaraan multievent tingkat daerah tersebut. Pihaknya masih harus memperhatikan ploting anggaran yang disiapkan Pemkab melalui alokasi dana hibah sebesar Rp 1 miliar. Angka tersebut diakui Suher memang sangat minim. Sehingga butuh penyesuaian lebih besar lewat beberapa cara agar Porkab tetap bisa berjalan meski dengan anggaran minimalis.

Salah satunya dengan membatasi jumlah cabor yang dipertandingkan. Sejumlah persyaratan pun mulai didengungkan KONI untuk menyeleksi kebutuhan anggaran untuk pertandingan di masing-masing cabor. Bahkan KONI telah memprediksi jumlah cabor yang bisa menggelar kejuaraan tak kurang hanya 20 cabor dari total keseluruhan yang berdiri sebanyak 37 cabang. Artinya, akan ada 17 cabor yang tidak bisa menyeleksi atletnya lewat pertandingan resmi. Hal ini dianggap dapat mengancam absennya atlet di Porprov 2022 mendatang.

Menjawab pertanyaan itu, Suher mengaku tetap mengakomodir semua cabor untuk bisa turun di Porprov. Namun sebelum itu, KONI masih harus melihat peta kekuatan dan kualitas atlet apakah cukup bersaing di ajang multievent tingkat provinsi itu. ’’Kalau memang penilaian tim pemandu bakat cukup layak, pasti kami turunkan tanpa seleksi,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya