alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Overload

17 Desember 2020, 10: 45: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

NAIK DRASTIS: Jumlah kasus Covid-19 yang semakin bertambah memicu terjadinya kelebihan kapasitas di RSUD Kota Mojokerto, Rabu (15/12). (oce/radarmojokerto.jawapos.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto akan membuka gedung tambahan untuk menambah kapasitas ruang rawat inap Covid-19. Penambahan gedung tersebut disebabkan karena kapasitas tempat tidur (TT) mengalami overload. Tercatat, saat ini, rumah sakit pelat merah tersebut memiliki 66 TT bagi pasien Covid-19. ”Tujuh sedang diperbaiki untuk mempersiapkan kapasitas ICU saat ini 59 TT. Mestinya kapasitasnya kan 59 itu sudah terisi 69 dan masih ada tambahan 6 pasien di IGD,” ujar Plt Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dr Triastutik Sri Prastini, Rabu (16/12).

Rencananya, gedung tersebut akan terdiri dari dua ruang. Yang mana masing-masing ruang terdiri dari 15 TT. Sehingga penggunaan ruang masih akan menyesuaikan dengan kondisi jumlah banyaknya pasien. Pihaknya menambahkan, untuk penanganan Covid-19 saat ini masih tetap melihat dari gejala kondisi pasien.

Sehingga masyarakat yang hendak berobat terlebih dahulu akan didiagnosa sesuai dengan gejala yang diderita. ”Apabila nanti betul positif Covid dan gejala ringan maka dikoordinasikan ke dinkes kota atau kabupaten untuk ditempatkan di rumah singgah. Kalau bergejala sedang, kami rujuk ke RS swasta yang memang mampu untuk mengampu mereka yang bergejala sedang,” jelas Trias.

Sedangkan, lanjut dia, pasien dengan gejala berat, akan dirujuk ke salah satu RS yang bisa mengampu dan kalau memang alat bantu napas masih ada. Namun, semisal alat bantu napas tidak tersedia dan pasien membutuhkan terpaksa akan dirujuk ke luar kota. Dokter spesialis anak ini mengaku, saat ini RSUD kewalahan menerima pasien Covid-19. Menyusul adanya lonjakan kasus beberapa pekan ini. Rata-rata pasien yang dirawat di RSUD Kota sendiri 80 persen merupakan warga dari Kabupaten Mojokerto. Meski begitu, masih belum ada pasien Covid-19 yang dirujuk untuk menjalani perawatan ke luar kota.

Pihaknya berencana akan menunggu perkembangan dari jumlah pasien yang masih terpapar namun tanpa gejala. Kemudian, pasien yang ada di IGD bisa dipindahkan ke ruang rawat inap. ”Mudah-mudahan ini nanti kalau hari ini (kemarin, Red) bisa update pasien dan beberapa pasien yang sudah tidak bergejala bisa kita geser ke rumah singgah,” terangnya.

Meningkatnya angka Covid-19 disebabkan oleh faktor disiplin masyarakat yang dari waktu ke waktu mulai lengah. Pun karena menjamurnya kegiatan-kegiatan berkumpul di kalangan warga yang memicu terjadinya penyebaran Covid-19 meluas. Dia menyayangkan perilaku masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan (prokes). ”Semisal, pakai masker saja sudah bisa menurunkan berapa persentase penularan, apalagi jaga jarak, cuci tangan. Kemudian memang kalau banyak hajatan, tidak memenuhi prokes. Kuncinya ya karena masyarakat kurang disiplin dan patuh,” imbuhnya.

Trias memaparkan gejala Covid-19 dapat diketahui secara bertahap. Mulai dari panas, batuk-batuk, pilek, indera penciuman menurun dan kesulitan menelan makanan. Kemudian si pasien akan masuk dalam fase pulmonary, dimana si penderita mulai merasa sesak pada pernafasan. Dia mengimbau, agar warga tidak datang dalam keadaan fase pulmonary. Dikarenakan gejala tersebut justru memperparah keadaan pasien sehingga bisa menyebabkan RS pun kelebihan kapasitas. ”Artinya kita harus bekerja dari hulu, masyarakat harus dibenarkan. Sehingga pasien tidak datang ke sini dengan kondisi yang sudah parah,” tegasnya. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya