alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik

Rekapitulasi Manual, Ditarget Rampung sebelum Deadline

12 Desember 2020, 09: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

TAHAPAN: Anggota PPK Dawarblandong melakukan rekapitulasi hasil suara pemungutan suara pilkada 2020 di Kantor Kecamatan Dawarblandong, Jumat (11/12). (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – KPU Kabupaten Mojokerto terus mempercepat proses rekapitulasi dan penghitungan suara pilkada Mojokerto. Jumat (11/12) rapat pleno terbuka telah berlangsung serentak di 16 kecamatan dengan dipimpin masing-masing panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Sementara dua kecamatan lainnya, Gedeg dan Trowulan baru dimulai hari ini. Durasi waktu dua hari diberikan KPU kepada 18 PPK dalam menuntaskan penghitungan sebelum rekapitulasi berlangsung di tingkat KPU. ’’Kecamatan Gedeg dan Trowulan baru dimulai besok (hari ini, Red) karena alasan kesiapan petugas saja. Tidak ada yang krusial,’’ tutur Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif.

Arif menjelaskan, mekanisme rekapitulasi dan penghitungan suara menggunakan metode real count manual. Di mana, perolehan suara masing-masing pasangan calon (paslon) yang tertera di C-1 di tingkat TPS (tempat pemungutan suara) ditotal secara keseluruhan. Termasuk jumlah ketidakhadiran dan suara tidak sah yang masih banyak ditemui.

Secera keseluruhan, Arif mengklaim proses rekap tidak menemui kendala. Bahkan, hingga pukul 18.00 WIB, dua kecamatan sudah menuntaskan proses rekap. Diperkirakan, tadi malam belasan kecamatan lain juga menyusul penyelesaian rekapitulasi dan penghitungan. ’’Sampai siang ini (kemarin, Red), proses rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK mayoritas telah mencapai 50 persen lebih. Apabila tidak ada kendala hujan maka pergeseran kotak suara sekaligus hasil rekapitulasi secepatnya langsung digeser ke KPU,’’ jelasnya.

Setelah rekap tingkat PPK selesai, Arif beserta 4 komisioner lainnya akan langsung dihadapkan pada finalisasi rekapitulasi di tingkat kabupaten. Rekap tersebut yang nantinya dijadikan sebagai pedoman utama dalam menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih. Menjawab tantangan itu, Arif menegaskan kesiapannya dalam menuntaskan rekapitulasi suara secepatnya.

Bahkan, pihaknya menjanjikan penyelesaian rekap bisa tuntas sebelum deadline yang diberikan KPU hingga tanggal 19 Desember. ’’Insya Allah tanggal 15 sampai16 Desember semuanya sudah tuntas. Untuk penetapannya, kami masih menunggu pemberitahuan terkait buku register perkara konstituasi (BRPK) dari Mahkamah Konstituasi. Lima hari setelah BRPK keluar, baru bisa menetapkan dan mengumumkan,’’ tandasnya. 

Berdasarkan pantauan di Sirekap KPU hingga pukul 18.30 WIB, progres penghitungan sudah mencapai 54,89 persen atau 337.337 suara dari 1.144 TPS yang terkumpul. Paslon nomor urut 1 Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar) masih mendominasi dengan perolehan suara 65,6 persen. Sementara paslon urut nomor 2 Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) mendulang 15,8 persen.

Dan paslon nomor urut 3 Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung-Mbak Titik/Puti) 18,5 persen. Dengan data penghitungan online itu, Arif tetap menegaskan fungsinya hanya sebagai penyanding. Sementara penentuan hasil tetap berdasarkan pada rekapitulasi manual berjenjang yang tengah berjalan. ’’(Penghitungan) kita tetap berdasarkan hasil rekapitulasi dan penghitungan suara berjenjang di tingkat kecamatan sampai kabupaten,’’ tandasnya. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya