alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik
Pilkada Mojokerto 2020

Menang Telak, Ikbar Sujud Syukur

10 Desember 2020, 08: 55: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

SUJUD: Ikfina Fahmawati bersama keluarga besarnya di Tampungrejo, Kecamatan Puri, serta sejumlah relawan sujud syukur atas perolehan suara sementara, Rabu (9/12). (imronarlado/radarmojokerto.jawapos.com)

Warga Kabupaten Mojokerto telah memilih. Mereka telah menyalurkan hak suaranya ke TPS. Hasil sementara perolehan suara dari beberapa versi hingga kemarin petang,  pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto (Cabup-Cawabup) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) berkibar.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Nasdem, PKS, Gerindra, PAN, dan Hanura, itu mengungguli dua pasangan lain. Yakni, Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) yang diusung Partai Golkar dan PPP, serta Pungkasiadi-Titik Masudah (Puti) yang diusung PKB, PDIP, dan PBB.

Ikfina pun menggelar pesta kemenangan dengan sederhana. Tumpengan dan sujud syukur di kediamannya, di Tampungrejo, Kecamatan Puri. Ia tak henti-hentinya menyambut kedatangan para relawan dan tim yang memberikan selamat atas perolehan suara yang telah dicapai. ’’Tanpa jenengan semua, saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa,’’ kata Ikfina.

Relawan dan tim, dikatakannya, telah memberikan konstribusi besar selama proses kampanye berlangsung. Mereka harus berjibaku hingga pelosok-pelosok desa dan tak mengenal tanpa lelah. ’’Saya berterima kasih ke jenengan semua. Jenengan semua adalah keluarga baru bagi kami yang tanpa lelah dalam berjuang selama ini,’’ tandas Ikfina yang didampingi adik iparnya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, serta mertuanya Jakfaril dan Maryam.

Dari hasil real count yang dilakukan tim Ikbar, kemenangan paslon ini terlihat sangat mencolok. Hingga pukul 18.00, pasangan nomor urut 1 ini unggul sebanyak 130.046 suara atau 67,34 persen dari total 200.776 suara yang masuk.

Sementara, paslon nomor urut 2, Yoko-Nisa (Yoni) dengan perolehan 15,78 persen. Dan, paslon nomor urut 3 Pungkasiadi-Titik Masudah (Puti) dengan perolehan 16.88 persen.

Meski selisih sangat besar, namun Ikfina mengaku, belum bisa mengklaim kemenangannya dalam kontestasi pilkada. ’’Kita tunggu saja hasil dari KPU. Tetapi, dengan hasil ini, tentu ini kebahagiaan bagi kita semua’’ pungkas perempuan berjilbab ini.

Sementara itu, adik ipar Ikfina, Ika Puspitasari menegaskan, perolehan suara yang diraih dan telah berhasil mengalahkan dua kandidat lainnya, bukan akhir dari segalanya. Karena, ke depan, tanggung jawab Ikfina akan jauh lebih berat. ’’Dengan perolehan ini, ke depan, kami butuh dukungan dan support bagi orang tua dan masyarakat,’’ tandas Ning Ita.

Ditegaskan Wali Kota Mojokerto ini, kemenangan Ikfina bukan sebagai bentuk arogansi keluarganya. Namun, ia dan Ikfina akan selalu berkomitmen melanjutkan berbagai program apik yang telah dicanangkan. ’’Keberadaan kami bukan arogansi keluarga. Tapi, akan kami pertanggungjawabkan ke masyarakat. Jabatan ini amanah berat,’’ katanya.

Selain komitmen melakukan pembangunan, Ita juga menanggapi isu dinasti politik yang selama ini terus mendengung selama pilkada berlangsung. Menurut Ita, dinasti politik tak selalu memiliki sisi negatif. ’’Satu hal. Bahwa, dinasti politik bukan negatif. Karena, keluarga kami telah memiliki komitmen. Dan kepercayaan ini harus kami pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,’’ ungkapnya.

Selain menyambut kehadiran relawan yang terus mengalir, Ikfina dan keluarga juga melakukan doa bersama dan berakhir sujud syukur.

Sementara itu, data real count sementara di tabulasi penghitungan online milik KPU hingga pukul 21.00 WIB, baru 7,87 persen suara dari 823.014 pemilih di DPT yang masuk. Atau hanya 48.514 suara yang berhasil terkumpul dari 164 TPS.  Dari data yang masuk tersebut, paslon nomor urut 1 Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar) unggul. Yakni, memperoleh 31.577 suara atau 65,1 persen. Disusul paslon nomor urut 3 Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung Mbak Titik) memperoleh 9.186 suara atau 18,9 persen. Dan terakhir paslon nomor urut 2 Yoko Priyono-Choirun Nisa mendapat 7.751 suara atau 16 persen.

Secara persentase angka tersebut memang sangat jomplang jika dibandingkan dengan jumlah DPT yang tercantum. Sehingga belum bisa dijadikan acuan dalam menentukan siapa pemenang di pilkada kali ini. ’’Tetap mempedomani proses penghitungan berjenjang. Mulai dari TPS, geser ke kecamatan untuk direkap, kemudian ke KPU kabupaten untuk direkap. Hasil rekapitulasi kabupaten itulah yang dijadikan pedoman,’’ terang Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Divisi Teknis, Achmad Arif.

Ia juga tak memungkiri, pengelolaan penghitungan online tidak semuanya berjalan mulus. Ada beberapa kendala yang dihadapi petugas dalam melaporkan hasil penghitungan lewat scanner foto form model C.Hasil-KWK ke aplikasi. Salah satunya hujan lebat yang sempat mengguyur sebagian besar wilayah Bumi Majapahit. Kendala cuaca tersebut diakui Arif cukup mengganggu proses transfer data ke aplikasi, sehingga data yang berhasil terinput sangat minim. ’’Kalau gangguan itu pasti kan, apalagi dari pagi cuaca juga mendung dan hujan. Pastinya pengaruh terhadap sinyal,’’ terangnya.

Namun demikian, Arif mengaku kendala tersebut masih bisa diatasi. Artinya, proses rekap online masih bisa berjalan seiring dengan proses rekapitulasi manual berlangsung. ’’Bisa dilihat nanti dari proses pengiriman di handphone masing-masing KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara),’’ tambah Arif.

Ditanya soal hasil rekap yang beredar di media dengan berbagai macam versi, Arif cukup menghormati. Di mana, upaya tersebut tetap tidak memengaruhi proses rekap yang tengah dijalankan KPU secara berjenjang. ’’Inisiatif yang diambil itu kan oleh masing-masing kelompok. Ya kita menghormati,’’ tandasnya. 

(mj/far/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya