alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik
Pilbup Mojokerto 2020

Pandemi Berpotensi Pengaruhi Angka Partisipasi Pemilih

09 Desember 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas KPU Kabupaten Mojokerto melakukan pengiriman logistik pemungutan suara Senin (7/12).

Petugas KPU Kabupaten Mojokerto melakukan pengiriman logistik pemungutan suara Senin (7/12). (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Target partisipasi pemilih dalam pilkada Mojokerto belum sepenuhnya aman. Bahkan, KPU Kabupaten Mojokerto memprediksi tingkat partisipasi pemilihan di masa pandemi Covid-19 ini kurang dari target yang dibebankan KPU pusat, yakni mencapai 77,5 persen.

Persentase maksimal hanya 73 persen menjadi angka realistis yang bisa digapai KPU setelah melewati berbagai situasi dan kondisi yang berkembang saat ini.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Divisi SDM, Sosdiklih dan Parmas Jainul Arifin menuturkan, pencapaian partisipasi hingga 77,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) sangat berat.

Baca juga: Wow, Pemkot Kembali Gelontor Pemandian Sekarsari Rp 9,9 Miliar

Di mana, situasi pandemi Covid-19 yang melanda menjadi alasan utama pemilih menjadi pertimbangan dalam menggunakan hak konstitusinya. Bahkan, KPU sudah mengkaji pencapaian angka tersebut berdasarkan beberapa indikator yang menyelimuti psikologi pemilih. Mulai dari kondisi sosial-budaya, pendidikan, hingga tingkat ekonomi.

Termasuk keterlibatan kontestan pilkada dengan sejumlah tokoh atau publik figur. Mulai dari kiai, tokoh masyarakat hingga artis. Di mana, keterlibatan sosok mereka juga dinilai bisa memengaruhi pemilih dalam menggunakan hak suaranya.

’’Upaya para kontestan yang menggandeng tokoh ternyata juga membantu meningkatkan partisipasi pemilih. Termasuk pihak swasta dan pemerintah. Kontribusinya dalam menyukseskan pilkada juga bisa diukur,’’ tambahnya.

Meski kurang 4 persen dari target, prediksi tersebut diakui Jainul masih sangat baik. Di mana, jika dibandingkan dengan realisasi partisipasi di pilkada 2015 lalu, masih ada peningkatan hingga 4 persen suara dari DPT (daftar pelemilih tetap).

Sehingga KPU cukup bisa menekan angka golongan putih (golput), meskipun masih belum bisa memenuhi target yang dibebankan KPU pusat. ’’Dinamika politik paslon juga menyumbang prediksi. Tahun 2015 ada pencoretan paslon dan tersisa dua paslon, sementara tahun ini lengkap tiga paslon,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Muslim Buchori masih berharap prediksi tersebut masih bisa diupayakan meningkat lagi. Bahkan, pihaknya berharap dapat menyaingi angka pertisipasi di pileg dan pilpres 2019 lalu, yang mencapai 86 persen.

Meski pemilih harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat saat mencoblos, syarat itu tak mengurangi antusias mereka dalam menggunakan hak suaranya.

’’Ya semoga saja bisa seperti pileg dan pilpres tahun kemarin,’’ tegasnya. Sejak Juli lalu, KPU sudah berupaya menyosialisasikan pilkada Mojokerto lewat berbagai macam cara. Meski dengan keterbatasan aktivitas akibat pandemi virus SARS-CoV-2, namun tak menyurutkan langkah KPU dalam meningkatkan partisipasi.

Dimulai dari pertemuan terbatas tatap muka hingga 70 kali, ledang keliling 31 kali, dan pengerahan 50 relawan demokrasi cukup membantu KPU dalam menyukseskan pilkada serentak. ’’Banner pemilihan tata cara memilih juga sudah dipasang hari ini (kemarin, Red). Untuk sosialisasi sudah kami kerahkan sejak Juli,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui, pilkada Mojokerto diikuti tiga paslon kontestan. Maisng-masing paslon nomor 1, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar). Mereka diusung Partai Demokrat, Nasdem, Gerindra, PAN, PKS, dan Hanura.

Sedangkan nomor urut 2, Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoni). Keduanya diusung Partai Golkar dan PPP. Sementara nomor 3, Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung Mbak Titik). Mereka diusung PKB, PDIP, dan PBB.

Sementara dari 1,2 juta penduduk Kabupaten Mojokerto, yang terdaftar dalam DPT diketahui mencapai 823.014 pemilih. Pagi ini, mereka akan mencoblos di 2.084 TPS (tempat pemungutan suara) yang tersebar di 304 desa/kelurahan di 18 kecamatan. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya