alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pasca Dosen Tertangkap, Pemilik Kos Diharap Lebih Peka

03 Desember 2020, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

DIRAZIA: Petugas gabungan merazia lima rumah kos yang dicurigai kerap disalahgunakan para penghuni. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menyusul masih banyaknya pelanggaran di rumah kos, Satpol PP Kota mengambil langkah. Mereka memberikan pembinaan terhadap seluruh pemilik kos. Termasuk menggencarkan kembali sosialiasasi Perda Nomor 13 Tahun 2015 tentang Izin Penyelenggaraan Rumah Kos.

’’Untuk pemilik kita langsung beri pembinaan dan sosialisasi terkait perda,’’ ungkap Kepala Satpol PP Kota Heryana Dodik Murtono, kemarin.

Diharapkan, langkah pembinaan itu meningkatkan kesadaran pemilik kos dan bisa lebih proaktif. Sehingga, pemilik usaha tersebut bisa mengantisipasi keberadaan penghuni kos yang berpotensi melanggar tata tertib.

Apalagi, lanjut Dodik, dalam perda disebutkan pemilik kos memiliki kewajiban melakukan tindakan preventif. Yakni, mencegah munculnya perilaku menyimpang, termasuk tindakan asusila penghuni. Selain itu, kepekaan pemilik kos sangat penting untuk menjaga ketentraman lingkungan sekitar. ’’Pemilik kos itu kan punya kewajiban untuk memfilter penghuni kosnya,’’ terangnya.

Dikatakan Dodik, meskipun pembinaan menyentuh seluruh pemilik kos, tetapi perhatian lebih akan diberikan kepada lima kos yang sempat dirazia beberapa hari lalu. Antara lain, dua rumah kos di Kelurahan Meri, dua rumah kos di Kelurahan Kedundung, serta satu rumah kos di Kelurahan Balongsari. Dalam razia itu, petugas menciduk tujuh penghuni bermasalah. Yakni, tidak bisa menunjukkan identitas dan berkumpul di satu kamar tanpa hubungan sah.

Sementara itu, terkait tujuh orang yang terjaring razia, sudah diberikan tindakan. Mereka wajib lapor selama seminggu. ’’Setiap hari mereka harus melapor. Selama sekitar satu mingguan,’’ tegas Dodik.

Sebelumnya, Kabid Ketentraman dan Penertiban Umum Satpol PP Kota Fudi Harijanto mengungkapkan, selain pembinaan, pihaknya juga melakukan pengecekan izin rumah kos. Langkah itu menindaklanjuti adanya laporan kelima rumah kos yang sempat disisir sering disalahgunakan. ’’Kami nanti sama (dinas) perizinan akan menindak izinnya. Izinnya akan kita cek lagi,’’ ungkapnya Senin lalu (30/11).

Tak sekadar itu, pihaknya juga bakal mengorek keterangan warga sekitar kos. Hal itu untuk mengetahui kebenaran dari laporan-laporan yang masuk. Jika dalam penelusuran itu diketahui warga keberatan, pihaknya akan mencabut perizinannya. ’’Kita bersama dinas terkait bisa untuk menindak. Izinnya kita cek lagi. Bisa kita cabut,’’ pungkasnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP