alexametrics
Jumat, 15 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Orang Gila Ngamuk, Bacok Dua Tetangga

03 Desember 2020, 06: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Khusnul Khuluq diamankan petugas pasca berhasil membacok dua tetangganya. Dari dua korban, satu di antaranya meninggal dunia. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Khusnul Khuluq, 38, warga Dusun Belahan, Desa Brayung, Kecamatan Puri, Rabu (2/12) pagi mengamuk. Dia lantas menyerang dua orang tetangganya. Akibatnya, satu orang dinyatakan tewas. Sedangkan satu lainnya mengalami luka serius.

Korban tewas adalah Jamilin, 58. Dia ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di antara teras kamar dengan teras belakang rumahnya. Sebelum ditemukan terjatuh, korban diketahui sedang mencuci pakaian di teras kamar.

”Ada suara-suara tapi perkara apa, siapa yang ngomong nggak tahu. Tahu-tahu sudah jatuh di sini Pak Jamilin-nya. Semuakan memang takut sama Khuluq, pintu pada ngunci semua,” ungkap Anik, 62, kerabat korban kepada Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi.

Anik menjelaskan, kendati di tubuh korban terdapat luka di area pinggang sisi kanan, pihak keluarga enggan melakukan autopsi. Dengan alasan, peristiwa ini dianggap sebagai kecelakaan. Menyusul, selama ini pelaku diketahui berstatus ODGJ dan pernah dua kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. ”Lukanya ada di daerah sini (sembari menunjuk area pinggang kanannya) sekitar 5 cm. Itu juga tahunya setelah dibawa ke RSI Sakinah,” tandasnya.

Pihak keluarga korban, lanjut Anik menganggap kejadian tersebut karena kondisi pelaku memang mengalami gangguan jiwa. M. Naim, 40, kerabat pelaku mengaku mengetahui peristiwa tersebut setelah mendengar suara orang minta tolong.

Saat dia berada di tempat kejadian perkara (TKP), Naim hanya melihat tubuh Jamilin tergeletak di teras depan kamar dengan kondisi dengan bersimbah darah. ”Saya tidak tahu persis kejadiannya bagaimana. Tahu-tahu korban itu sudah tergeletak penuh darah di depan kamarnya,” ujar Naim.

Selama ini, Kamar Jamilin, terpisah dengan rumah utama keluarga. Berjarak sekitar 5 meter dari rumah utama keluarganya. Belakangan korban tinggal seorang diri di kamar berukuran sekitar 2,5 x 3,5 meter. Posisi kamar korban juga tak jauh di belakang rumah pelaku.  

Pasca kejadian korban segera dilarikan ke RSI Sakinah Mojokerto. Korban meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Terdapat luka sayatan pinggang kanan korban.

Diduga, Jamilin meregang nyawa setelah disabet pelaku menggunakan sebilah celurit. Tak berhenti sampai disitu. Pelaku kembali menyerang tetangga lainnya. Sasaran Khuluq berikutnya adalah Kaswari, 82. Kaswari yang tengah berada di kebun, tiba-tiba diserang pelaku. Hingga korban mengalami luka serius di tangan kanan dan leher atas (sekitar telinga).

Memang, selama ini Khuluq dikenal warga selalu mengantongi celurit di pinggang belakang. Beruntung, Kaswari berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan hingga warga mengetahui tindak penganiayaan tersebut. Saat terjadi penyerangan, Kaswari sempat melakukan perlawanan. Tak lama Kaswari mendapat pertolongan medis saat petugas Puskesmas Puri tiba di lokasi.

”Waktu Khuluq mau mbacok (menyabet), Pak Kaswari sempat melawan. Dia menendang dada kanan Khuluq sampai akhirnya sama-sama nggeblak (terkapar). Akhirnya Pak Kaswari lari ke jalan raya minta pertolongan,” ungkap Naim.

Setelah menganiaya tetangganya, Khuluq memilih masuk ke dalam rumah dan mengunci diri di kamarnya. Sekitar pukul 10.00, petugas bhabinkamtibmas, babinsa, dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto mencoba membujuk pelaku agar bersedia dievakuasi. Tampak, di tengah berkomunikasi dengan petugas, Khuluq yang mengenakan kebaya biru dan helm hitam, serta menyelipkan kacamata hitam di kerah bagian depan.

Namun, komunikasi yang berjalan hampir dua jam itu berjalan alot. Hingga pelaku terpaksa diberikan minuman bercampur obat penenang, namun tetap upaya tersebut tak berhasil. Khuluq tetap bersikeras menolak dievakuasi. Sementara Polsek Puri dibantu petugas Satreskrim Polres Mojokerto pun melakukan tindakan.

Pukul 12.00 mereka terpaksa mendobrak pintu kamar Khuluq. Pendobrakan dilakukan Kanitreskrim Polsek Puri Ipda Herry Setiyoko. Pelaku yang membawa celurit sempat melawan, hingga tembakan peringatan mewarnai peristiwa tersebut. Sempat terjadi rebutan celurit antara Setiyoko dengan Khuluq.

Hingga akhirnya senjata tajam tersebut berhasil diamankan. Namun, Setiyoko mengalami luka di tangan kanan.”Tangankusampek kenek titik ngene, tapi gak opo-opo seng penting ndang mari (tangan saya sampai terluka sedikit, tapi tidak apa-apa, yang penting segera selesai dievakuasi),” ujarnya sembari meringkus Khuluq.

Sementara itu, Kapolsek Puri Iptu Sri Mulyani membantah pelaku ODGJ tersebut menganiaya kedua tetangganya hingga salah satunya berujung tewas. ”Untuk korban, saya belum bisa jelaskan, yang pasti ada satu korban luka. Nanti penjelasan lebih lanjut kami sampaikan,” ucapnya.

Dia menegaskan, Khuluq berhasil dievakuasi untuk di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang, menggunakan ambulans dengan dikawal petugas kepolisian dan TNI. ”Sebelum dibawa ke RSJ, dia di-rapid test dulu. Kalau reaktif dibawa ke RSJ Menur, kalau tidak reaktif di bawa ke RSJ Lawang. Hasil rapid-nya ditunggu sambil perjalanan,” tandasnya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya