alexametrics
Sabtu, 16 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Ketua PPNI Terjaring Razia, DPD Jatim Gelar Investigasi

02 Desember 2020, 07: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

IS, 38, warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo terjaring razia di sebuah kamar kos bersama MH, Senin (30/12). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Razia Satpol PP Kota Mojokerto di sejumlah rumah kos di Kecamatan Magersari pada Senin (30/11) mengungkap hal baru. Dalam operasi gabungan melibatkan BNNK Mojokerto, Polresta, dan TNI tersebut, perempuan berinisial IS, berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Mojokerto diketahui bersama seorang pria berstatus PNS Pemkab Mojokerto berinisial MH. Selain itu, MH disebut-sebut menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Mojokerto.

’’Benar, pria yang bersama dosen itu statusnya PNS,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, Selasa (1/12). Namun, petugas enggan masuk lebih dalam atas status keduanya. Pasangan tanpa ikatan sah yang terjaring di kos-kosan ini dianggap sama dengan pasangan lain yang turut terjaring dalam razia non-yustisi ini. Namun, berbeda jika mereka yang terjaring statusnya PNS di lingkungan Pemkot Mojokerto,

Petugas penegak perda akan menindaklanjuti peristiwa tersebut ke Inspektorat sebagai penyidik internal. ’’Kalau yang ini di luar kewenangan kami. Yang pasti, mereka yang terjaring bukan pasangan suami istri (pasutri) sah. Semuanya kami lakukan pembinaan,’’ terangnya. Sementara itu, Plt Inspektur Kabupaten Mojokerto Noerhono menegaskan, pihaknya memilih menunggu laporan dari OPD (organisasi perangkat daerah) tempat MH berdinas. ’’Kita kan masih menunggu laporan dari OPD-nya. Untuk melangkah kami juga perlu disposisi dari bupati,’’ ungkapnya.

Inspektorat, lanjut Noerhono, tak bisa serta-merta melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan. Menurut dia, sebelum melakukan klarifikasi ke MH, tentunya harus melalui tahapan-tahapan.  ’’Mekanismenya memang harus ada disposisi,’’ tambahnya.

Terpisah, Sekertaris DPW PPNI Jatim Misutarno membenarkan terjaringnya Ketua DPD PPNI Kabupaten Mojokerto MH, oleh satpol PP dalam razia kos-kosan Senin (30/11). Namun, pihaknya juga tak mau gegabah dalam menyikapi perihal diduga MH. Dimana, MH diduga sedang bersama IS, 38, warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, di sebuah kamar kos. ’’Tentu akan kita tindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan,’’ ungkapnya.

DPW Jatim akan melakukan cek dan ricek dengan menerjunkan tim untuk segera melakukan investigasi. Apakah benar ada pelanggaran kode etik profesi yang dilanggar atau tidak. Jika benar, lanjut dia, tentu ada konsekuensinya. ’’Jadi nanti ada tim etik di level DPW Jatim. Dalam tim etik nanti di antaranya terdapat perawat berpengalaman. Langkah awal melakukan klarifikasi dulu untuk mencari kebenaran itu,’’ tandasnya. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya