alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sebelum Masuk Kelas, Siswa Lepas Sepatu Ganti Sandal

01 Desember 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Siswa SDN Miji akhirnya bisa menyimak pelajaran secara langsung di kelas meski dengan situasi yang berbeda.

Siswa SDN Miji akhirnya bisa menyimak pelajaran secara langsung di kelas meski dengan situasi yang berbeda. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berseragam lengkap, siswa SD dan SMP Negeri maupun Swasta di Kota Mojokerto satu per satu memasuki gerbang sekolah. Menyusul kebijakan pemerintah setempat menggelar uji coba terbatas pembiasaan pembelajaran tatap muka mulai Senin (30/11).

Seperti terpantau di SDN Miji, siswa mulai dari kelas I hingga VI tampak rapi menempati bangku yang dilengkapi bilik-bilik. ’’Senang bisa diajar Pak Guru lagi. Kalau di rumah bosen. Kangen teman-teman,’’ ujar Kresna Hari Saputra, siswa kelas II SDN Miji 2.

Siswa masuk sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mereka memakai masker lengkap dengan face shield sesuai dengan arahan pihak sekolah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Para guru menyambut siswa dengan alat pengecek suhu tubuh. Jika ada yang tidak memakai masker, sekolah sudah menyediakan dan nantinya diberikan kepada siswa yang bersangkutan.

Sebelum masuk kelas, siswa diwajibkan mencuci tangan. Dan mengganti sepatu mereka dengan sandal yang telah disediakan sekolah. Kemudian satu per satu siswa menempati bangku berbilik dengan tetap menggunakan masker selama pelajaran berlangsung.

Pihak sekolah sudah mengatur sedemikian rupa untuk keamanan jaga jarak masing-masing meja. ’’Ini sudah kami awasi jarak bangkunya, satu kelas untuk yang SD maksimal diisi separo dari jumlah siswa. Alhamdulillah kondusif tidak ada kerumunan siswa,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto Amin Wachid sembari mengecek jarak bangku siswa.

Dewik, 48, orang tua (ortu) siswa, mengungkapkan, dia mengetahui informasi uji coba PTM sejak 10 hari yang lalu. Warga yang tinggal di Jalan Brawijaya ini mengaku sangat setuju digelarnya uji coba pembelajaran tatap muka.

Lantaran, ia sendiri kesulitan mengajari anaknya selama di rumah. Tidak bisa seperti guru ketika di kelas. ’’Saya sangat setuju ada uji coba tatap muka ini, alhamdulillah. Biar anak saya dapat tambahan belajar yang lebih jelas. Soalnya saya sendiri ndak bisa jelasin pelajarannya ke anak saya,’’ papar ibu dari siswa kelas III SDN Miji 4 tersebut.

Dewik  mengaku merasa terbantu dan tidak takut dengan adanya uji coba PTM di tengah pandemi. Sebab ia percaya, guru kelas anaknya merupakan guru yang tegas dan disiplin. Sehingga, anaknya bakal kembali sekolah dengan aman.

Sementara itu itu, bertepatan hari pertama uji coba PTM kemarin, siswa di SMP Negeri 1 Kota menggelar penilaian akhir semester (PAS). Dibatasi bilik-bilik, mereka mengerjakan soal-soal PAS secara manual atau di kertas. Waktu pengerjaan PAS dibatasi tiga jam untuk dua mata pelajaran tanpa ada istirahat.

’’Ini giliran, sistemnya kan kombinasi. Yang hari ini kelas VII dulu yang masuk. Yang kelas VIII dan IX ujiannya daring, tapi waktunya sama tiga jam untuk dua pelajaran,’’ tutur Kepala SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, Suwar.

Sama dengan SD, kuota siswa yang masuk per harinya dibatasi. Bedanya, jumlah siswa SMP yang masuk merupakan sepertiga dari jumlah siswa satu kelas atau 33 persen. Dari jumlah tersebut siswa dibagi menjadi dua kelas.

Karena jumlah kelas VII ada 10 kelas, maka total 20 ruang kelas ditempati untuk pelaksanaan PAS. ’’Kami memprioritaskan anak-anak yang baru masuk dulu. Soalnya otomatis mereka kan ndak tahu ruangannya. Jadi, makanya kami kasih di hari pertama,’’ lanjutnya.

Berbeda dengan siswa SD, salah seorang siswa SMPN 1 Kota Mojokerto Shalom Ramalia Prasetya Wardhana mengaku agak kesulitan menghadapi hari pertama masuk sekolah.

Lantaran, ia masih merasa aneh datang ke sekolah dengan memakai masker lengkap dengan face shield. ’’Kalau menggunakan masker saja sudah biasa, tapi untuk face shield kesusahan karena mau ngerjain soal pandangan agak terganggu karena ada face shield ini,’’ tutupnya. (oce)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya