alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Politik
icon featured
Politik

4.512 Jiwa Terancam Kehilangan Suara di Pilkada Mojokerto

01 Desember 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah warga mengajukan permohonan kepengurusan perekaman e-KTP di kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokrto, Jalan R.A Basuni, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah warga mengajukan permohonan kepengurusan perekaman e-KTP di kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokrto, Jalan R.A Basuni, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Dok Jawa Pos Radar Mojokerto)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jelang pemungutan suara pilkada Mojokerto, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto terus menuntaskan perekaman e-KTP.

Menyusul, hingga H-8 pencoblosan kemarin tercatat masih ada 4.512 warga dari 823.014 jumlah daftar pemilih tetap (DPT) belum melakukan perekaman. Akibatnyam jika tidak melakukan perekaman hingga hari H pencoblosan, mereka terancam tidak dapat menggunakan hak suara.

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Bambang Wahyuadi menyatakan, sejauh ini perekaman e-KTP dalam mendukung KPU menyukseskan pilkada terus dilakukan.

Bahkan, dispendukcapil harus tetap menugaskan pegawai yang berkantor di Jalan R.A Basuni, Desa/Kecamatan Sooko tersebut di hari libur.’’Jadi untuk Sabtu dan Minggu juga masuk seperti hari kerja,’’ ungkapnya.

Namun, pelayanan maksimal ini kurang didukung dengan antusias warga ketika mengajukan kepengurusan adminduk. Terbukti, pada Sabtu dan Minggu lalu saja, tak banyak masyarakat yang memanfaatkan hari libur tersebut untuk mengajukan pelayanan.

’’Minggu kemarin sepi yang rekam. Padahal sudah sejak Kamis (26/11) nomor kuota perekaman sudah saya sampaikan ke PPK/KPU,’’ terangnya. ’’Hari ini (kemarin) juga hanya hadir 335 orang,  padahal yang kita undang kuota antrean 650 orang,’’ imbuh Bambang.

Hingga Senin (30/11) tercatat masih ada 4.512 warga yang sudah masuk dalam  DPT namun belum melakukan perekaman e-KTP. Untuk itu, dengan waktu yang tersisa delapan hari terhitung hari ini (1/12) Bambang akan terus memaksimalkan perekaman terhadap pemilih pemula sebelum mendekati pemungutan suara.

’’Sampai saat ini yang belum rekam ada 0,55 persen dari jumlah DPT 823.014 orang. Yang sudah terekam 99,45 persen,’’ paparnya.  Sehingga dengan kuota 600 orang per hari, pihaknya memastikan akan rampung sebelum hari pencoblosan.

’’Dengan catatan, masyarakat harus sadar untuk perekaman,’’ tegasnya. Sebab, nomor antrean dari dispendukcapil telah disampaikan kepada KPU Kabupaten Mojokerto. Diharapkan, hal itu juga tersampaikan ke masyarakat.

’’PPS (panitia pemungutan suara) juga diharapkan mau obrak-obrak masyarakat yang belum rekaman. Insya Allah tuntas sebelum 9 Desember. Kami siap melakukan perekaman sampai dengan 600 orang per-hari,’’ jelasnya.

Sekadar diketahui 823.014 warga Kabupaten Mojokerto telah ditetapkan dalam DPT pilkada. Jumlah tersebut meningkat 2.374 jiwa dari DPS (daftar pemilih sementara). Terbagi atas pemilih laki-laki 409.459 jiwa, dan pemilih perempuan 413.555 jiwa. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya