alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Mengaku Koordinasi Materi, Dosen Terjaring Razia di Kamar Kos

01 Desember 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Satpol PP Kota Mojokerto saat melakukan menyisir rumah kos.

Satpol PP Kota Mojokerto saat melakukan menyisir rumah kos. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Petugas gabungan, Satpol PP Kota, Polresta, dan TNI merazia sejumlah rumah kos, Senin (30/11) pagi. Hasilnya, petugas menjaring tujuh orang yang dianggap melanggar ketertiban umum. Termasuk seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Mojokerto.

Belakangan diketahui, dosen tersebut berinsial IS, 38, seorang warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Ia mengaku terjaring saat melakukan koordinasi materi kuliah dengan rekan prianya tersebut. ’’Koordinasi ngajar itu. Sama-sama dosen,’’ ungkapnya.

Pelaku mengatakan, kamar kos tersebut merupakan milik kawannya. Ia mengaku, mendatangi kamar kos untuk mengantarkan kalung kesehatan. ’’Pas turun dari tangga (lantai dua) memberikan kalung itu. Eh kebawa, ya sudah ikut saja deh,’’ ujar ibu dua anak tersebut.

Kabid Ketentraman dan Penertiban Umum  Satpol PP Kota Mojokerto Fudi Harijanto mengatakan, operasi yang melibatkan BNNK Mojokerto serta kepolisian dan TNI tersebut dalam rangka penegakan Perda nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. Sasarannya adalah rumah kos yang selama ini banyak disalahgunakan oleh penghuninya.

Razia yang dimulai sekitar pukul 09.00 hingga pukul 11.00 tersebut berhasil menciduk tujuh penghuni kos. Yakni, dua laki-laki dan satu perempuan tanpa hubungan suami-istri yang kedapatan berada dalam satu kamar kos, serta empat penghuni kos lain yang tidak dapat menunjukkan kartu identitas.

’’Mereka diamankan dari lima rumah kos yang tersebar di Kelurahan Meri, Kelurahan Kedundung, serta Kelurahan Balongsari,’’ ungkapnya.

Pihaknya juga membenarkan bahwa salah satu penghuni kos yang diamankan merupakan seorang dosen. Dia terjaring setelah petugas mendapati keduanya ternyata bukan pasangan suami-istri. ’’Salah satunya ada pengajar di salah satu universitas. Yang cewek yang pengajar,’’ ujarnya.

Guna dilakukan penindakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kampus. Namun demikian, petugas akan melayangkan surat teguran ke instansi tempat pelaku bernaung. ’’Kita masih mengadakan pembinaan dulu,’’ pungkasnya. (adi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya