alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Lima Petugas Terpapar Covid-19, PMI Kota Mojokerto Di-Lockdown

30 November 2020, 23: 15: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas PMI Kota Mojokerto mengecek stok darah yang mulai menipis, Rabu (25/11). Kini kantor PMI menghentikan sementara pelayanan pasca di-lockdown.

Petugas PMI Kota Mojokerto mengecek stok darah yang mulai menipis, Rabu (25/11). Kini kantor PMI menghentikan sementara pelayanan pasca di-lockdown. (Dok Jawa Pos Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Giliran kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto di-lockdown. Lembaga kesehatan yang khusus menyediakan persediaan darah ini terpaksa ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Seluruh pelayanan kesehatan dan kegiatan administrasi dihentikan untuk sementara sejak Kamis (26/11) lalu. Hal itu menyusul lima pegawai PMI terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani tes swab.

”Tesnya sudah dari Selasa kalau ndak Rabu (25/11) lalu. Terus dinas kesehatan (dinkes) menyuruh kami untuk menutup sementara semua layanan,” ujar Sekretaris PMI Kota Mojokerto Choirul Anwar, Sabtu (28/11).

Dari jumlah keseluruhan pegawai tercatat ada 50 petugas, kesemuanya mengikuti uji swab. Di antaranya, 35 anggota PMI dan 15 orang relawan. Uji swab itu sendiri dilakukan secara bertahap. Masing-masing gelombang pertama 11 orang.

Hasil swab-nya baru diketahui saat Kamis (26/11) kemarin dan didapatkan 5 orang tersebut positif Covid-19. ”Ya Kamis itu juga kami langsung tutup semua layanan, dan mereka yang positif langsung diisolasi ke Rusunawa Cinde pukul 13.00 siang kemarin,” jelas Anwar.

Tes swab itu sendiri dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Kota Mojokerto. Namun, kepala Bagian Admisnitrasi Kesra Setdakot Mojokerto ini belum bisa menjelaskan seperti apa kronologi lima pegawai PMI bisa dinyatakan positif. Sebab, ada banyak kemungkinan para pegawai bisa terpapar Covid-19.

Ia menambahkan, untuk 39 orang lainnya masih melakukan uji swab lagi hingga besok Selasa (1/12) pekan depan. ”Belum tahu lagi hasilnya, kemungkinan ya kalau ndak Rabu atau Kamis bisa keluar hasilnya. Karena juga belum pasti hasilnya bisa keluar dalam sehari,” ungkapnya.

Terkait pelayanan yang ada di PMI sendiri akhirnya di-lockdown, sebab untuk mencegah terjadinya perluasan penyebaran Covid-19. Dan untuk kebutuhan suplai kantong darah, untuk sementara waktu pihaknya sudah mengabarkan berbagai rumah sakit terkait hal tersebut.

Apalagi, permintaan kantong darah yang kian hari terus meningkat. ”Sudah kami umumkan beberapa hari ini, untuk menyuplai kantong darah dari PMI lain dulu. Ya semoga nanti hasil swab bisa keluar antara Jumat lah paling. Terus mereka yang negatif tetap kami koordinir untuk melayani seperti biasa,” tandasnya.

Di antara PMI luar kota yang terdekat tersebut masing-masing PMI Kabupaten Mojokerto, PMI Kabupaten Jombang, PMI Kabupaten Sidoarjo, PMI Kota Surabaya, dan PMI Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, pihaknya akan mengkroscek kebenaran kabar terpaparnya lima petugas PMI Kota Mojokerto tersebut.

Termasuk, berkoordinasi perihal informasi dihentikan sementara waktu pelayanan di kantor PMI. ”Saya belum bisa memberi pernyataan terkait hal tersebut, soalnya sampai hari ini (kemarin, Red) saya belum dapat laporan. Nanti kita cek dulu kebenarannya,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto. (oce)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya