alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sunrise Automodifest, Ajang Unjuk Gigi Modifikator

30 November 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

JADUL: Salah satu peserta Sunrise Automodifest.Mobil opelet tahun 1954. (Dodik/radarmojokerto.id)

KONTES modifikasi mobil yang digelar Sunrise Mall Mojokerto berlangsung spektakuler. Sebanyak 63 mobil berbagai tipe menyesakkan seluruh sudut mal. Berbagai jenis modifikasi tampil memukau. Mulai kendaraan yang dipenuhi dengan audio, kaki-kaki yang sangat menempel di lantai karena menggunakan air suspension, hingga cutting stiker dengan berbagai tema.

Hal ini diakui Chief Marketing Sunrise Mall, Andiyanto Vino. Menurutnya, Sunrise Automodifest ini, cukup mendapat apresiasi dari kalangan pecinta otomotif, khususnya kalangan modifikator

Peserta tidak hanya dari lokal Mojokerto saja. Namun ada yang dari luar daerah seperti Sidoarjo, Surabaya, Malang, Banjarnegara, Semarang dan beberapa kota lainnya. ’’Ke depan, kita akan membuat event yang spektakuler lagi karena sebagai catatan event yang pertama ini alhamdulilah, meskipun persiapan 3 Minggu saja. Namun peserta yang mendaftar hingga 100 lebih,’’ ungkapnya.

Meski jumlah pendaftar membludak, namun Sunrise Mall membatasinya 65 kontestan saja.

Sementara itu, koordinator Sunrise Automodifest Abi Pratama menambahkan, event ini menjadi ajang spektakuler di Mojokerto. Ada sekitar 65 mobil modifikasi yang dihadirkan.

Mulai dari mobil modifikasi retro hingga keluaran terbaru. ’’Mobil jadul tahun 1954 seperti oplet dihadirkan. Dan, itu memberikan nuansa yang klasik yang bisa menyedot banyak pengunjung,’’ ujarnya.

Di kontes modifikasi yang dihelat hanya dalam sehari ini, lanjut Abi, bisa memberikan magnet tersendiri bagi pecinta modifikasi. Di ajang Sunrise Automodifest kali ini, peserta dan sistem penjurian berbeda. ’’Tiap daerah mempunyai karakteristik modifikasi yang berbeda beda,'' tegasnya.

Di sistem penjurian, akan berlangsung sangat ketat dan transparan. Ada beberapa faktor yang menjadi acuan penilaian.Yakni, eksterior, interior, engine, undercarriage (kaki kaki) dan audio video. Namun yang paling penting, yakni fungsionalnya,’’ tegas Abi.

Menurutnya, dengan adanya kontes ini, sebenarnya memunculkan raja-raja modifikasi di Jawa timur hingga nusantara. ’’Sebenarnya, mobil yang dihadirkan ini, merupakan mobil modifikasi yang sangat bagus. Namun di dalam, harus lebih diarahkan lagi. Dalam penjurian, kita tidak hanya menilai saja, namun, kita juga mengarahkan dan mengedukasi peserta agar mengoptimalkan mobilnya dengan benar,’’ pungkas Abi. (dik)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya