alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Ditertibkan Satpol PP, PKL Tuntut Solusi

28 November 2020, 08: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

LIAR: Satpol PP Kota Mojokerto menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah trotoar serta bahu jalan protokol, Jumat (27/11).

LIAR: Satpol PP Kota Mojokerto menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah trotoar serta bahu jalan protokol, Jumat (27/11). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA. Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kota menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah trotoar serta bahu jalan protokol, Jumat (27/11). Keberadaan mereka dianggap mengganggu pengguna jalan serta menghambat arus lalu lintas. Namun, seperti sudah diprediksi, tak sedikit pedagang yang menggerutu karena harus memindahkan lapaknya.

Fauzi, 30, penjual buah nanas di Jalan Suodinawan mengaku keberatan dengan tindakan penertiban yang tidak disertai solusi tersebut. Ia mengatakan, imbauan untuk tidak lagi berdagang di trotoar dan bahu jalan itu mubazir. Pasalnya, para pedagang hanya dilarang berjualan tanpa diberi solusi. ’’Percuma menertibkan pedagang tapi tidak ada persiapan tempat (relokasi),’’ ungkapnya.

Berbeda dengan Fauzi yang keberatan dengan tindakan penertiban tersebut. Muhammad Furqon, 47, pedagang  gorengan di Jalan Pemuda justru merasa penertiban tidak memenuhi rasa keadilannya. Pasalnya, tidak semua lapak yang menempati trotoar dan bahu jalan ditindak. Sehingga, hal itu menimbulkan kecemburuan. ’’Itu becak-becak, penjual dawet, tambal ban harus bersih juga. Jangan cuma saya saja. Kalau tidak boleh berjualan ya semuanya harus bersih,’’ ungkapnya.

Razia pedagang yang dilakukan Satpol PP Kota Mojokerto menuai protes lantaran tak disertai dengan solusi seperti relokasi.

Razia pedagang yang dilakukan Satpol PP Kota Mojokerto menuai protes lantaran tak disertai dengan solusi seperti relokasi. (sofankurniawan/jprm)

Lapak miliknya dianggap petugas terlalu menjorok ke ruas jalan. Sehingga, gerobak tersebut digeser mundur tanpa sepengetahuan pemilik yang saat itu sedang tidak di tempat. ’’Saya waktu ambil masker ketinggalan. Kalau memang dimundurkan tidak apa-apa. Tapi harus semuanya,’’ ungkap warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, tersebut.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan, penertiban PKL tersebut menyisir enam ruas jalan yang kerap disesaki pelapak kaki lima. Keenam titik tersebut yakni sepanjang ruas Jalan Residen Pamuji, Jalan Niaga, Jalan Karyawan, Jalan Pemuda, Jalan Karyawan Baru, serta Jalan Surodinawan.

Dodik menuturkan, penertiban itu merupakan sosialisasi penerapan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. Harapannya dengan adanya imbauan ini para pedagang tidak lagi menempati titik-titik yang dilarang.  ’’Tujuannya memang untuk penertiban. Sebab, di beberapa ruas jalan makin ramai PKL dan warga sangat kesulitan menggunakan fasilitas umum di jalan tersebut,’’ ungkapnya.

Terkait relokasi tempat para PKL, pihaknya menyebutkan jika sejumlah PKL yang berada di Jalan Niaga, Jalan Karyawan, dan Karyawan Baru, sudah disediakan tempat relokasi di sejumlah pasar, seperti Pasar Prapanca, Pasar Kliwon, bahkan Pasar Prajurit Kulon.

Sementara itu, menanggapi keluhan sejumlah pedangan, Dodik menambahkan, imbauan itu semata agar para PKL tidak berdagang di bahu jalan dan trotoar. Sehingga para pedangan tetap dapat berjualan asalkan tidak mengganggu para pengguna jalan. ’’Kami tidak memaksakan, yang penting mereka tidak jualan di trotoar dan bahu jalan. Karena Kota Mojokerto ini kan sempit, jadi kadang warga bingung untuk menempatkan parkirnya,’’ terangnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya