alexametrics
Senin, 18 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Jalan Mirip Areal Persawahan, Dijanjikan Jadi Prioritas Perbaikan

28 November 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

HARUS HATI-HATI: Jalan antardesa di Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, kondisinya memprihatinkan setelah diguyur hujan. (khudorialiandu/radarmojokerto.id)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kerusakan infrasruktur menjadi akses penghubung di Dusun Kedungpalang hingga Dusun Sambigembol, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto akhirnya jadi perhatian pemerintah daerah (pemda).

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto langsung menerjunkan tim ke lokasi. ’’Tentu itu akan jadi atensi dan perhatian kami,’’ ungkap Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto, kemarin.

Menurut Bambang, tim yang diterjunkan ke lapangan ini sekaligus untuk melakukan pengecekan kondisi jalan. Termasuk status jalan yang diketahui menjadi akses warga menuju Mojokerto tersebut. Hasilnya, jalanan tak ubahnya seperti sawah tersebut diketahui memang berstatus jalan penghubung antardesa. Dengan demikian, jalan ini berstatus sebagai aset pemda. ’’Melihat kondisi jalannya, memang harus diprioritaskan,’’ tambahnya.

Namun, Bambang belum bisa memastikan kapan perbaikan itu akan dilakukan.

DPUPR masih perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Lakardowo. ’’Kita bahas dulu dengan kadesnya, karena ada beberapa kondisi yang perlu dibangun. Nanti kita sepakati yang didahulukan, ruas mana,’’ terangnya. Memang, selama ini, warga Dusun Kedungpalang dan Sambi Gembol, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, dibuat prihatin dengan kondisi jalan sebagai akses antardusun tersebut.

Menyusul, sudah bertahun-tahun jalan berstatus kabupaten itu tak ubahnya areal persawahan saat musim hujan tiba. Sebab, jalan selebar 3 itu berlumpur, becek, dan licin. ’’Sudah bisa ditanami padi,’’ ungkap Nasikin, pemuda setempat. Warga juga merasa heran. Sebab, di sejumlah desa tetangga, jalanan sudah dibangun dan diperbaiki melalui proyek betonisasi. ’’Tapi, kenapa, di desa kami sudah bertahun-tahun belum saja dibangun. Kami kan iri dengan desa tetangga,’’ tambahnya.

Apalagi, kondisi jalan ini juga sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Alih-alih diuruk dengan sirtu, ruas jalan yang menjadi langganan kubangan lumpur tersebut hanya diuruk tanah liat, serta bongkahan batu.  Sehingga tidak menutup kemungkinan kondisi berlumpur semakin parah setiap selesai hujan. Sedikitnya, ada tiga titik kubangan lumpur yang kondisinya paling parah. ’’Sering juga ada yang terpeleset gitu, karena memang benar-benar seperti sawah,’’ tambah Ali, warga Dusun Sambi Gembol.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya