alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Di-Rapid Test, Tujuh Guru Reaktif

28 November 2020, 09: 55: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Rapid test masal yang menyasar seluruh guru di kota Mojokerto Kamis (26/11), ditemukan 7 orang reaktif. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tujuh guru di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto dinyatakan reaktif dari hasil rapid test masal pada Kamis (26/11). Saat itu, sebanyak 72 guru, staf tata usaha (TU), dan penjaga sekolah mengikuti rapid test. Tujuh orang itu terdiri dari 5 guru dan 2 staf TU SMP Negeri 1 Kota Mojokerto.

’’Yang dua reaktif tersebut malah bagian pengurus Unit Kesehatan Sekolah (UKS),’’ ujar Kepala SMP Negeri 1 Kota Suwar, Jumat (27/11).

Rapid test masal yang dilakukan tersebut bertujuan mengantisipasi penyebaran Covid-19 sejak dini. Karena 30 November mendatang, uji coba pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan. Sehingga, guru maupun staf TU yang dinyatakan reaktif kemarin langsung diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

’’Mereka langsung pulang, terus isolasi di rumah dan nunggu untuk giliran uji swab. Uji swab-nya dilaksanakan tanggal 2 dan 3 Desember,’’ ungkap Suwar. Mereka juga tidak diperkenankan masuk sekolah dari sejak menjalani rapid test hingga menunjukkan hasil swab-nya dinyatakan negatif.  

SMP Negeri 1 Kota Mojokerto sendiri melakukan rapid test masal di Puskesmas Gedongan. Tepatnya, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Balongsari. Nantinya, setelah dilakukan uji swab, guru bersangkutan tetap tidak diperbolehkan masuk sebelum hasil dari swab tersebut dinyatakan negatif. Dan jika nanti hasilnya positif, akan diisolasi ke Rusunawa atau RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. ’’Pokoknya kalau habis swab keluar kalau memang positif ya langsung diisolasi,’’ paparnya.

Sebagaimana diketahui, rapid test masal untuk guru menjelang pembelajaran tatap muka tersebut sudah digelar sejak Rabu (25/11) hingga hari ini. Jumlah keseluruhan guru untuk tingkat SD dan SMP Negeri maupun swasta yang mengikuti rapid test yaitu 1881 orang. Untuk lokasi pemeriksaan rapid test dibagi sesuai dengan kecamatan. Sehingga per area wilayah kerja puskesmas akan menguji rapid test guru-guru dari SD maupun SMP yang ada dalam satu kecamatan secara serentak. Jadwal rapid test dimulai pagi sekitar pukul 08.30 hingga siang pukul 11.00. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya