alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Disabet Celurit, Suami Pedagang Warung Nasi Dihabisi Mantan Suami

22 November 2020, 06: 58: 07 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas kepolisian dibantu petugas PMI Kabupaten Mojokerto mengevakuasi jasad korban, Sabtu (21/11) malam.

Petugas kepolisian dibantu petugas PMI Kabupaten Mojokerto mengevakuasi jasad korban, Sabtu (21/11) malam. (Martda/Radar Mojokerto)

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Petaka dialami Sugeng Riyanto, 53, pria asal Magetan. Sabtu (21/11) malam dia menjadi korban pembunuhan secara sadis yang dilakukan Supriono, 43, warga asal Kediri.

Pelaku menghabisi nyawa korban dengan sadis. Dia menyabetkan sebilah celurit yang tepat mendarat di tubuh korban. Bahkan, hingga proses evakuasi oleh petugas Satreskrim Polres Mojokerto, di lokasi kejadian perkara (TKP), celurit tersebut masih menancap di dada korban.

Pembunuhan ini terjadi di sebuah bangunan warung sekaligus tempat tinggal Jalan Raya Bangsal-Dlanggu, Dusun Wonokerto, Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pukul 21.30. Persisnya di bangunan lantai dua yang berada di depan pabrik PT Beton Prima Indonesia.

Ketika itu, Sugeng dan istrinya, Anik Hariyanti, 33, warga Sumberwono tengah berada di dalam. Tak berselang lama Supriono, yang tak lain adalah mantan suami Anik, datang dengan membawa celurit.

Terjadi adu mulut antara Sugeng dan Riyanto, hingga berujung penganiayaan yang mengakibatkan Sugeng tewas di kamar anaknya di lantai dua.

Korban disabet celurit tepat di jantungnya. Bahkan, celurit masih menancap di dada korban saat polisi melakukan olah TKP. Setelah berhasil melukai Sugeng, Supriono berusaha kabur.

Namun, tersangka kepergok warga sekitar dan berhasil ditangkap dan diamankan polisi. Hingga tadi malam tersangka dibawa ke Mapolres Mojokerto. ”Untuk rencana tindak lanjut, akan kami lakukan penyidikan dan mengungkap motifnya,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander di lokasi. 

Proses evakuasi membutuhkan waktu. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Sementara, oleh polisi tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP dan terancam pidana masksimal selama 15 tahun. (vad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya